Perusahaan kedirgantaraan SpaceX resmi menjalin kolaborasi strategis dengan raksasa teknologi Nvidia untuk mengembangkan sistem komputasi pada satelit pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) milik mereka, Starmind. Melalui kesepakatan yang diumumkan pada Selasa (4/8) ini, setiap satelit Starmind nantinya akan dipersenjatai dengan kombinasi chip GPU Rubin dan CPU Vera rancangan Nvidia. Langkah ini sekaligus memposisikan SpaceX sebagai pelanggan terbesar untuk lini komputasi luar angkasa Nvidia, yang dijadwalkan memulai produksi massal modul Space-1 pada musim gugur mendatang.

Proyek ambisius Starmind ini merupakan bagian dari visi besar SpaceX untuk membangun jaringan pusat data orbital yang saling terhubung menggunakan teknologi laser petabit. Demi merealisasikan rencana tersebut, perusahaan besutan Elon Musk ini telah mengajukan permohonan izin kepada Federal Communications Commission (FCC) untuk meluncurkan hingga satu juta satelit pusat data pada ketinggian orbit 500 hingga 2.000 kilometer. Integrasi modul chip generasi terbaru dari Nvidia diklaim mampu mendongkrak performa komputasi AI hingga 25 kali lipat dibandingkan arsitektur GPU H100 terdahulu.

Pengumuman kemitraan strategis ini langsung memberikan stimulus positif pada pergerakan saham kedua raksasa teknologi tersebut di pasar modal. Saham Nvidia (NVDA) tercatat menguat 3,03 persen ke level US$212,91, sementara saham SpaceX (SPCX) melonjak signifikan sebesar 8,67 persen ke posisi US$124,46. Tren positif ini menjadi angin segar bagi SpaceX menjelang publikasi laporan keuangan perdananya sebagai perusahaan terbuka, di tengah sorotan ketat para investor terkait tingginya biaya operasional serta kepastian regulasi dari FCC.