Proyek revitalisasi Stadion 17 Mei Banjarmasin kini memasuki fase akhir dengan capaian progres fisik mencapai 98,5 persen pada pertengahan Juli 2026. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan tengah mematangkan sejumlah detail akhir sebelum arena olahraga kebanggaan warga Banua ini siap dioperasikan sepenuhnya.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel, Ryan Tirta Nugraha, menjelaskan bahwa sisa pekerjaan saat ini berfokus pada beberapa elemen krusial. Di antaranya adalah pemasangan tiang dan jaring pelindung arena lempar martil (hammer cage), pembatas aluminium (aluminum curbing) di sepanjang lintasan atletik, serta instalasi kursi baru di tribun penonton.
Untuk penataan tribun, Dinas PUPR berkoordinasi intensif dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel terkait pembongkaran serta penyimpanan kursi lama. Langkah ini dilakukan agar proses pemasangan sekitar 8.200 unit kursi penonton yang baru dapat segera dilaksanakan sesuai konfigurasi tata letak yang telah disepakati demi kenyamanan pengunjung.
Stadion 17 Mei dirancang bukan sekadar untuk menggelar pertandingan sepak bola, melainkan sebagai arena olahraga multifungsi. Berbagai kelengkapan untuk cabang olahraga atletik seperti lintasan lari standar kompetisi, area tolak peluru, hingga fasilitas lempar martil disiapkan secara matang guna menunjang ajang olahraga resmi di masa mendatang.
Dengan rampungnya proyek yang sudah mendekati target 100 persen ini, infrastruktur olahraga tersebut diharapkan dapat segera dimanfaatkan secara optimal. Keberadaan stadion dengan fasilitas mutakhir ini diproyeksikan mampu mendongkrak pembinaan atlet lokal sekaligus menyukseskan berbagai penyelenggaraan kompetisi olahraga di Kalimantan Selatan.