Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dadaha terus melakukan penataan intensif di kawasan Arena Olahraga Dadaha. Langkah pembenahan ini dilakukan secara bertahap guna menciptakan ruang publik yang lebih bersih, aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat luas.
Salah satu tindakan nyata yang paling dinantikan masyarakat adalah penutupan resmi Stasiun Peralihan Antara (SPA) atau depo sampah di kawasan tersebut. Keberadaan depo sampah ini sebelumnya kerap menuai keluhan dari para pengunjung, pelaku usaha mikro, dan warga yang berolahraga karena masalah aroma tidak sedap dan estetika lingkungan.
Kepala UPTD Dadaha, Dadang Ismail, menuturkan bahwa upaya penataan ini memanfaatkan segala potensi sumber daya yang ada. Selain menutup depo sampah, pihak pengelola juga mempercantik sejumlah fasilitas fisik, termasuk mengecat kembali lorong depan GOR Sukapura dengan bantuan donasi pihak ketiga serta mengoptimalkan tenaga internal.
Untuk meningkatkan proteksi keamanan di area publik, UPTD Dadaha berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tasikmalaya untuk memasang lima unit kamera pengawas (CCTV). Titik pemantauan dipusatkan di lokasi-lokasi strategis, seperti area Jam Gadang, kawasan Stadion Wiradadaha, serta lapangan basket outdoor.
Tidak hanya itu, UPTD Dadaha juga menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU). Perbaikan ini diharapkan dapat meminimalisasi kerawanan dan memberikan rasa aman bagi pengunjung yang beraktivitas di malam hari. Dadang meminta dukungan serta kesabaran warga karena seluruh pembenahan ini masih terus berlangsung secara bertahap.