BANDUNG — Latar belakang pendidikan IPS di bangku sekolah menengah atas dan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi Genta Safa Ramadhan untuk meraih kesuksesan. Melalui program beasiswa, ia berhasil menyelesaikan studi di Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung dan kini sukses meniti karier di salah satu perusahaan pangan terkemuka di Indonesia.
Perjalanan Genta untuk mencapai posisi saat ini dipenuhi perjuangan yang tidak mudah. Di samping harus beradaptasi cepat dengan mata kuliah berbasis sains yang menjadi pilar teknologi pangan, ia juga membagi waktunya dengan bekerja paruh waktu demi membantu finansial keluarga. Kegigihan tersebut membuahkan hasil manis ketika ia lulus tepat waktu pada tahun 2024 dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mencapai 3,69.
Keberhasilan Genta langsung terbukti di dunia kerja. Hanya berselang satu bulan setelah prosesi wisuda, ia langsung diterima bekerja di sektor industri pangan. Setelah mengasah pengalaman selama tujuh bulan, ia kemudian direkrut oleh salah satu produsen makanan terbesar skala nasional yang berbasis di Bandung.
Menanggapi capaian alumni tersebut, Ketua Program Studi Teknologi Pangan UM Bandung, Khairiah, menjelaskan bahwa serapan lulusan yang cepat merupakan cerminan dari tingginya kebutuhan industri saat ini. Masalah ketahanan pangan global, perubahan iklim, hingga inovasi pangan masa depan menjadikan keahlian di bidang teknologi pangan sangat relevan dan terus dicari oleh korporasi besar.
Guna menjawab kebutuhan pasar kerja yang dinamis, Prodi Teknologi Pangan UM Bandung menerapkan kurikulum adaptif yang didukung fasilitas modern. Salah satu fasilitas unggulannya adalah Mini Teaching Factory Food Industry, sebuah laboratorium simulasi yang dirancang mirip dengan ekosistem industri nyata untuk melatih kesiapan praktis para mahasiswa.
Khairiah menambahkan bahwa mayoritas lulusan prodi ini berhasil mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah kelulusan, bahkan beberapa di antaranya sudah dipinang perusahaan sebelum wisuda dilaksanakan. Pendekatan akademis yang berorientasi pada praktik dan kemitraan industri menjadi kunci utama tingginya daya saing para alumni di pasar kerja nasional.