PT Bank KB Indonesia Tbk. (KB Bank) secara agresif memperluas pembiayaan di berbagai sektor ekonomi riil sebagai bagian dari transformasi bisnis jangka panjang. Langkah strategis ini dilakukan untuk membangun fondasi operasional yang lebih sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika industri perbankan nasional.

Pada kuartal I/2026, KB Bank mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp43,19 triliun, dengan kredit lancar tumbuh 4,76% secara tahunan. Pertumbuhan ini diiringi dengan lonjakan pendapatan bunga bersih sebesar Rp363 miliar, meningkat 97,28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan signifikan ini juga terlihat pada margin bunga bersih, yang didukung oleh struktur pendanaan yang semakin efisien.

Dana murah atau CASA KB Bank tumbuh 5,74% secara tahunan menjadi Rp13,09 triliun. Total simpanan nasabah atau dana pihak ketiga (DPK) perseroan pun mencapai Rp41,52 triliun per akhir Maret 2026. Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menegaskan bahwa perbaikan indikator kinerja ini merupakan bagian integral dari proses transformasi yang sedang berjalan.

"Fokus KB Bank bukan hanya mengejar profitabilitas jangka pendek, tetapi juga membangun kapabilitas bisnis dan layanan yang lebih kuat," ujar Kunardy dalam keterangan resminya. Ia menambahkan bahwa inisiatif yang dijalankan sepanjang tahun ini menunjukkan hasil positif, dengan tujuan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi nasabah dan seluruh pemangku kepentingan.

Dalam segmen wholesale banking, KB Bank memperluas pembiayaan kepada perusahaan di sektor logistik, barang konsumsi, teknologi, dan properti komersial. Strategi ini bertujuan memperkuat eksposur pada sektor-sektor produktif yang berhubungan langsung dengan aktivitas ekonomi riil. Contohnya adalah pemberian fasilitas pembiayaan hingga Rp720 miliar kepada MGM Bosco Logistics untuk mendukung ekspansi infrastruktur rantai dingin nasional.

Kerja sama strategis lainnya termasuk fasilitas pembiayaan hingga Rp400 miliar bagi PT Lucky Mom Indonesia (Makuku), serta kerja sama distributor financing senilai Rp200 miliar dengan PT ECS Indo Jaya di sektor teknologi. KB Bank juga menyalurkan kredit kepada PT Paramarta Rolas Jaya, bagian dari grup NWP Property, untuk mengembangkan bisnis berbasis ekosistem yang mencakup transaction banking, cash management, dan trade finance.

Selain menggenjot pembiayaan wholesale, KB Bank memperkuat layanan retail banking dengan meresmikan kembali Kantor Cabang Semarang yang dilengkapi Priority Banking Center. Langkah ini menyasar nasabah kaya dan memperluas jaringan dengan komunitas bisnis di Jawa Tengah. Transformasi digital pun menjadi fokus, dengan KB Bank meraih tiga penghargaan dalam ajang Infobank–Isentia Digital Brand Appreciation 2026.

Kunardy menegaskan komitmen bank untuk terus memperkuat sinergi antara bisnis wholesale dan retail banking. "Kami ingin pertumbuhan dapat berlangsung lebih konsisten dalam jangka panjang," tegasnya. Selain itu, KB Bank juga melakukan penguatan organisasi melalui optimalisasi operasional, peningkatan produktivitas tenaga kerja, dan pengelolaan jaringan kantor yang efisien, semuanya sesuai ketentuan perundang-undangan dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.