Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan pentingnya penguasaan teknologi dan pendidikan yang kokoh bagi generasi muda di tengah perkembangan zaman. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat resmi menutup Pertemuan Pemuda-Pemudi Remaja (PPR) Gereja Pekabaran Injil Baptis Indonesia (GPIBI) se-Kalimantan Barat yang digelar di Desa Pisah, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang.

Krisantus mengajak seluruh pemuda untuk memanfaatkan teknologi dengan cerdas, terutama sebagai sarana belajar dan pengembangan diri. Ia mengingatkan agar bijak dalam menerima informasi dari media sosial, mengingat maraknya hoaks dan disinformasi di era digital. Menurutnya, pemuda harus memiliki literasi digital yang kuat agar tidak mudah terpengaruh.

Kepala daerah itu juga menyoroti potensi besar kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dapat membantu proses belajar dan meningkatkan produktivitas. Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI tidak boleh mengurangi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan daya analisis manusia. "Teknologi harus menjadi alat bantu untuk memperkuat kemampuan kita, bukan menggantikan pemikiran dan kreativitas," tegasnya.

Selain aspek teknologi, Krisantus menekankan bahwa pendidikan tetap menjadi fondasi utama untuk menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing. Ia mendorong pemuda untuk terus belajar, menjauhi narkoba, menjaga pergaulan positif, serta meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Bahasa Inggris dinilainya sebagai kunci untuk membuka akses terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan peluang kerja internasional.

Melalui pertemuan yang dihadiri ribuan pemuda dan remaja GPIBI se-Kalimantan Barat tersebut, Krisantus berharap dapat lahir generasi muda yang berkarakter, menguasai teknologi, dan siap berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Pemuda, menurutnya, merupakan aset strategis yang akan menentukan masa depan daerah dan bangsa.