Pasar komoditas emas tengah berada dalam fase volatilitas tinggi seiring dengan menguatnya pengaruh kebijakan moneter Amerika Serikat terhadap aset lindung nilai tersebut. Pada Senin (13/7/2026), harga emas tercatat terkoreksi sebesar 1,23% ke posisi US$ 4.069,26 per troy ons, melanjutkan tren pelemahan yang terjadi sepanjang pekan sebelumnya.
Dinamika harga emas saat ini terjebak di antara dua sentimen besar. Di satu sisi, ketegangan geopolitik yang melibatkan konflik AS-Iran memberikan dorongan terhadap permintaan emas sebagai aset aman (safe haven). Namun di sisi lain, penguatan dolar AS, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, serta sikap hawkish bank sentral AS (The Fed) yang membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan, secara signifikan menekan reli harga emas.
Meskipun terjadi fluktuasi dalam jangka pendek, fundamental emas secara jangka panjang dinilai tetap solid. World Gold Council (WGC) melaporkan bahwa bank sentral global terus melakukan akumulasi cadangan emas, dengan 45% dari institusi yang disurvei berencana meningkatkan kepemilikan mereka dalam 12 bulan ke depan. Langkah ini menegaskan posisi emas sebagai instrumen utama di tengah kerentanan sistem keuangan global.
Sejumlah lembaga keuangan internasional telah melakukan penyesuaian proyeksi harga untuk tahun 2026. Bank of America (BofA) merevisi target rata-rata harga emas sebesar 14% menjadi US$ 4.360 per ons, meski tetap meyakini potensi kenaikan hingga menembus level US$ 5.000 setelah siklus pengetatan suku bunga berakhir. Sementara itu, JPMorgan menetapkan target harga di angka US$ 4.545 per ons, dengan proyeksi kenaikan bertahap pada kuartal ketiga dan keempat.
Di sisi lain, London Bullion Market Association (LBMA) mencatat konsensus analis berada di level rata-rata US$ 4.742 per ons, namun dengan rentang estimasi yang cukup lebar antara US$ 4.000 hingga US$ 6.050. Senada dengan langkah BofA, HSBC juga melakukan pemangkasan proyeksi harga emas ke level US$ 4.560 per ons, dengan mempertimbangkan penguatan dolar AS dan kebijakan moneter yang lebih ketat ke depannya.