Universitas Terbuka (UT) berkomitmen memperkuat ekosistem wirausaha di kalangan akademisi dengan mengoptimalkan peran laboratorium inkubator bisnis bagi mahasiswa pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Upaya ini ditegaskan dalam seminar internasional International Seminar on Business, Economics, Social Science, and Technology (ISBEST) 2026 yang berlangsung di UT Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Kamis (13/8).
Wakil Rektor UT Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Rahmat Budiman, mengungkapkan bahwa dari total hampir satu juta mahasiswa yang terdaftar di UT, sekitar 87 persen di antaranya merupakan pekerja, termasuk para pelaku UMKM. Melalui wadah ISBEST dan program inkubasi, pihak kampus berupaya memberikan pendampingan intensif serta bantuan pendanaan tahunan agar para mahasiswa dapat memperluas jaringan usaha mereka.
Menurut Rahmat, kehadiran laboratorium inkubator bisnis ini tidak hanya dirancang untuk mendongkrak kompetensi dosen dan mahasiswa, melainkan juga memantapkan posisi UT sebagai perguruan tinggi pencetak lapangan kerja baru. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisasi kontribusi lulusan akademis terhadap angka pengangguran nasional.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, M. Riza Adha Damanik, mengapresiasi potensi besar yang dimiliki UT. Ia menilai keterlibatan aktif mahasiswa UT dalam sektor kewirausahaan dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru, selaras dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional.
Riza menambahkan, proses inkubasi yang matang di tingkat perguruan tinggi terbukti mampu meminimalkan risiko kegagalan usaha hingga 90 persen bagi pelaku bisnis pemula. Dukungan riset dan pendampingan dari inkubator bisnis dinilai sangat krusial agar pelaku UMKM mahasiswa memiliki daya tahan tinggi dan mampu beradaptasi di tengah ketatnya persaingan pasar global yang kini dituntut serbadigital.