Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta memperingati hari jadinya yang ke-46 dengan cara yang unik dan produktif. Momentum Dies Natalis tahun ini tidak hanya diisi dengan kemeriahan perayaan internal, melainkan juga menjadi tonggak penting dalam pelestarian budaya olahraga tradisional serta perluasan kerja sama strategis dengan dunia industri berskala nasional.
Salah satu sorotan utama dalam perayaan kali ini adalah diperkenalkannya kembali olahraga tradisional bernama Goara Goara. Olahraga yang lahir dari inovasi akademisi UTP, Dr. Slamet Santoso, diharapkan menjadi bagian rutin dari agenda kampus. Rektor UTP Surakarta, Prof. Dr. Dra. Winarti, M.Si., menegaskan pentingnya konsistensi dalam memainkan olahraga ini sebagai wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam merawat warisan budaya Nusantara.
Selain fokus pada nilai kultural, UTP Surakarta juga mengambil langkah progresif untuk meningkatkan daya serap lulusannya di dunia kerja. UTP secara resmi menjalin kolaborasi dengan PT Eagle High Plantations (EHP), sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka. Kerja sama ini dirancang tidak hanya untuk program magang mahasiswa, melainkan juga mencakup jalur rekrutmen langsung ke jenjang karier profesional.
Wakil Rektor I UTP Surakarta, Prof. Dr. Ir. Suswadi, M.Si., memaparkan bahwa kemitraan ini awalnya menyasar mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Agribisnis, serta Agroteknologi. Mahasiswa yang lolos seleksi akan menjalani magang berbayar selama enam bulan dengan fasilitas lengkap dari perusahaan, dan berkesempatan langsung diangkat menjadi staf tetap setelah masa magang berakhir.
Tidak terbatas pada mahasiswa aktif, kolaborasi ini juga membuka peluang bagi lulusan SMA/SMK untuk dilatih sebagai calon mandor perkebunan. Mereka akan mendapatkan pembekalan intensif selama enam bulan di UTP sebelum terjun magang ke lapangan. UTP sendiri ditargetkan menyalurkan sekitar 650 tenaga kerja per tahun guna memenuhi kebutuhan regenerasi sumber daya manusia di PT EHP.
Sebagai upaya peningkatan jenjang karier, para mandor yang telah bekerja nantinya dapat memanfaatkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di UTP. Melalui skema kuliah daring maksimal dua tahun, mereka dapat meraih gelar sarjana yang membuka peluang promosi jabatan menjadi asisten kebun. UTP optimistis bahwa pembentukan karakter berlandaskan nilai kepeloporan, patriotisme, dan kemandirian (Tri Ciri) menjadi modal kuat alumni dalam memenangkan persaingan industri.