Universitas Syiah Kuala (USK) kembali memperoleh mandat penting dalam penguatan pembinaan olahraga dan seni mahasiswa di Aceh. Amanah itu ditandai dengan terpilihnya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, sebagai Ketua Umum Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Aceh sekaligus Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Aceh untuk masa bakti 2026–2030.

Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) BAPOMI dan BPSMI Aceh yang digelar di Balai Senat USK pada Sabtu, 20 Juni 2026. Forum ini diselenggarakan untuk membentuk kepengurusan baru setelah periode kepengurusan sebelumnya berakhir.

Dalam forum tersebut, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc. menyampaikan laporan pertanggungjawaban sekaligus menjelaskan mekanisme kepemimpinan organisasi. Ia menerangkan bahwa berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) BAPOMI dan BPSMI Pusat, jabatan ketua di tingkat provinsi diemban secara ex-officio oleh pimpinan perguruan tinggi yang menangani bidang kemahasiswaan.

“Di tingkat provinsi, pimpinan BAPOMI dan BPSMI memang dijabat secara ex-officio oleh pimpinan perguruan tinggi yang menangani bidang kemahasiswaan. Pola yang sama juga berlaku di tingkat pusat,” ujar Mustanir.

Sidang Musprovlub dipimpin oleh Drs. Abdurrahman sebagai ketua presidium, didampingi Dr. Herman RN selaku sekretaris dan Agussani sebagai anggota. Setelah melalui proses musyawarah, forum secara bulat menyepakati Rina Suryani Oktari untuk memimpin BAPOMI dan BPSMI Aceh periode 2026–2030.

Dukungan tersebut menjadi bentuk kepercayaan perguruan tinggi di Aceh terhadap kapasitas USK dalam membina potensi mahasiswa. Selama ini, USK dinilai memiliki kontribusi aktif dalam pengembangan pendidikan tinggi, termasuk mendorong prestasi mahasiswa di bidang olahraga dan seni, baik pada tingkat daerah maupun nasional.

Menanggapi penetapan itu, Rina Suryani Oktari menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta musyawarah atas amanah yang diberikan. Ia menegaskan bahwa BAPOMI dan BPSMI harus menjadi ruang bersama bagi seluruh perguruan tinggi di Aceh, bukan hanya milik satu institusi.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Bagi saya, BAPOMI dan BPSMI bukan milik satu kampus atau satu orang, melainkan rumah bersama bagi perguruan tinggi di Aceh untuk membina, merawat, dan mengembangkan talenta mahasiswa di bidang olahraga dan seni. Amanah ini hanya akan kuat jika dijalankan dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk saling mendukung,” kata Rina.

Rina berharap kepengurusan baru mampu memperkuat kerja sama antarkampus agar pembinaan prestasi mahasiswa dapat berjalan lebih terarah, terbuka, dan berkelanjutan. Menurutnya, rasa memiliki terhadap organisasi perlu dibangun bersama agar setiap perguruan tinggi terdorong mengambil peran aktif.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi yang lebih solid menjelang agenda besar BPSMI Aceh, yakni Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida). Rina menilai perlu ada pola dukungan yang lebih berkesinambungan, sehingga kampus yang ditunjuk sebagai tuan rumah tidak memikul seluruh beban penyelenggaraan secara mandiri.

Di akhir musyawarah, forum turut menetapkan tim formatur yang bertugas membantu penyusunan struktur kepengurusan BAPOMI dan BPSMI Aceh periode 2026–2030. Tim tersebut terdiri atas perwakilan sejumlah perguruan tinggi di Aceh serta unsur pengurus periode sebelumnya.