SINGAPURA — UOB Group secara resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan manajer investasi global, Allianz Global Investors (AGI). Kerja sama ini ditandai dengan langkah AGI mengakuisisi UOB Asset Management (UOBAM) dengan nilai transaksi mencapai S$555 juta, mencakup operasional di delapan pasar utama Asia, termasuk Indonesia. Langkah ini diambil guna memperkuat layanan wealth management berbasis konsultasi serta memperluas pilihan produk investasi bagi nasabah di kawasan ASEAN.

Transaksi yang ditargetkan rampung pada tahun 2027 ini masih menunggu persetujuan dari otoritas regulasi di masing-masing yurisdiksi terkait. Melalui pelepasan aset ini, UOB memproyeksikan keuntungan sebelum pajak sekitar S$330 juta serta peningkatan rasio modal inti utama (Common Equity Tier 1/CET1) sekitar 14 basis poin. Kemitraan ini juga akan mengintegrasikan model distribusi arsitektur terbuka (open architecture) UOB dengan jaringan solusi investasi global milik AGI.

UOB memastikan bahwa selama masa transisi, seluruh aktivitas operasional UOBAM akan berjalan seperti biasa tanpa mengganggu akses nasabah untuk bertransaksi maupun mencairkan dana. Di samping itu, sebanyak 500 karyawan UOBAM di berbagai negara akan diserap oleh AGI guna menjaga kesinambungan layanan dan memberikan peluang pengembangan karier di bawah platform investasi berskala global.

Deputy Chairman & Chief Executive Officer UOB, Wee Ee Cheong, menyatakan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nasabah ASEAN yang kian kompleks. Menurutnya, kombinasi keahlian distribusi UOB dengan kapabilitas investasi AGI akan mempercepat pertumbuhan bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management) sekaligus memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham.

Senada dengan hal tersebut, Chief Executive Officer Allianz Global Investors, Tobias Pross, menyebut akuisisi ini sebagai tonggak penting ekspansi AGI di kawasan Asia Pasifik. Ia optimistis sinergi kekuatan lokal UOBAM dan jaringan global AGI mampu melahirkan portofolio solusi investasi yang inovatif dan relevan bagi jutaan nasabah di Asia Tenggara.