Menghadapi keterbatasan anggaran pembinaan olahraga nasional, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menetapkan target yang lebih realistis untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pemerintah kini membidik raihan empat medali emas, menyesuaikan dengan kondisi finansial dan perubahan nomor pertandingan pada ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.

Defisit anggaran Kemenpora pada tahun 2026 menjadi alasan utama penyesuaian target ini. Anggaran Kemenpora tahun ini tercatat hanya sekitar Rp1,15 triliun, menurun drastis dari rata-rata tahunan sebesar Rp2,6 triliun dalam sepuluh tahun terakhir. Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp270 miliar masih diblokir, termasuk dana perjalanan dinas yang krusial bagi mobilitas atlet dan pelatih.

Guna menyiasati keterbatasan dana, Kemenpora menerapkan skala prioritas yang ketat dalam Program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Dukungan finansial akan langsung dialokasikan kepada atlet-atlet yang memiliki potensi prestasi terbesar. Di sisi lain, pemerintah masih menanti pencairan tambahan anggaran yang diharapkan turun dalam satu hingga dua pekan ke depan untuk mendukung pembinaan atlet muda serta persiapan SEA Games dan Olimpiade mendatang.

Kendati menghadapi kendala anggaran, koordinasi persiapan kontingen Indonesia terus dipacu. Menpora menegaskan sinergi antara Kemenpora, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia yang dipimpin oleh Todotua Pasaribu tetap berjalan intensif di lapangan.

Selain faktor dana, hilangnya beberapa nomor pertandingan andalan Indonesia di Asian Games 2026 turut memengaruhi penurunan target dari semula tujuh emas menjadi empat emas. Demi menjaga keberlanjutan prestasi nasional, Erick Thohir mengusulkan agar sistem pendanaan Pelatnas diubah menjadi skema jangka panjang (multiyears) agar regenerasi atlet menuju Olimpiade 2032 dapat dipersiapkan secara matang sejak dini.