Sebuah langkah inovatif dalam memperkuat potensi produk lokal dilakukan oleh tim akademisi Universitas Warmadewa di Kabupaten Gianyar, Bali. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), komoditas teh tradisional khas daerah, Teh Ong, berhasil ditransformasikan menjadi minuman kekinian "Es Lumut" yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Kegiatan hilirisasi ini menyasar Kelompok PKK Merta Nadi di Banjar Lantangidung, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati.
Inovasi ini memanfaatkan penerapan teknologi pangan sederhana berupa formulasi hidrokoloid. Dengan mencampurkan ekstrak buah lokal seperti mangga dan melon, teh tradisional tersebut diolah hingga memiliki tekstur kenyal dan lembut menyerupai lumut. Metode ini sengaja dirancang untuk memikat selera pasar generasi muda tanpa menghilangkan karakteristik rasa asli dari teh lokal tersebut.
Dr. Ni Luh Putu Putri Setianingsih, S.Si., M.Si., selaku penanggung jawab kegiatan dari Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Warmadewa, menjelaskan bahwa teknologi hidrokoloid menjadi kunci utama dalam memodifikasi fisik produk. Menurutnya, langkah ini secara efektif memperpanjang rantai nilai (value chain) dari Teh Ong sekaligus menyesuaikan penampilannya dengan tren kuliner saat ini.
Dalam pelatihan yang berlangsung pada akhir Juli lalu, para anggota PKK dibekali dengan berbagai materi esensial. Mereka tidak hanya belajar formula pembuatan es lumut yang higienis, tetapi juga mendapatkan pemahaman tentang standardisasi mutu produk dan sanitasi pangan. Ketua Mitra Kelompok PKK Merta Nadi, Sumarnik, menyambut baik inisiatif ini karena resepnya dinilai mudah dipraktikkan secara mandiri untuk membuka peluang usaha baru yang menjanjikan.
Sebagai upaya menembus pasar ritel yang lebih luas, tim pengabdi juga melatih peserta dalam mengelola kemasan pangan (packaging) yang menarik dan memenuhi standar food grade. Didukung dengan strategi pemasaran digital yang tepat, produk Es Lumut Teh Ong diharapkan mampu bersaing di pasar modern dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi kreatif warga di kawasan Sukawati dan sekitarnya.