Di tengah gempuran era digital yang menawarkan kemudahan akses informasi lewat gawai, minat membaca buku fisik rupanya belum sepenuhnya luntur. Fenomena menarik ini terlihat di kalangan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bogor (Mansabo), yang masih aktif meramaikan perpustakaan sekolah untuk berinteraksi langsung dengan lembaran buku kertas.
Kehadiran buku cetak dinilai memberikan sensasi membaca yang lebih fokus dibandingkan media digital. Hanna, salah seorang siswi Mansabo, mengungkapkan bahwa gawai sering kali memicu gangguan konsentrasi karena banyaknya godaan hiburan lain, seperti permainan daring. Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca sejak dini sebagai modal krusial menghadapi jenjang pendidikan tinggi.
Untuk mewadahi antusiasme tersebut, pihak MAN 1 Bogor terus berupaya mengoptimalkan fasilitas perpustakaan mereka. Fasilitas ini menyediakan koleksi literatur yang variatif, mulai dari buku-buku klasik hingga terbitan terbaru, guna mendukung kebutuhan akademis maupun minat baca santai para siswa.
Di sisi lain, pihak sekolah juga tetap beradaptasi dengan perkembangan teknologi modern. Sebagai langkah penyeimbang, MAN 1 Bogor meluncurkan layanan Smart Library yang mempermudah siswa mengakses literatur digital secara fleksibel. Melalui kombinasi fasilitas fisik dan digital ini, sekolah berharap iklim literasi siswa dapat terus berkembang secara berkelanjutan.