BANDA ACEH — Universitas Syiah Kuala (USK) resmi mengukuhkan Umi Fathanah sebagai profesor baru dalam bidang Teknologi Rekayasa Kimia Polimer dan Membran Fungsional. Pengukuhan tersebut dilaksanakan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik yang berlangsung khidmat di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh.

Pencapaian tertinggi akademik ini diraih Prof. Umi setelah konsisten melakukan penelitian selama lebih dari satu dekade di bidang teknologi membran. Fokus utamanya adalah menghadirkan sistem pengolahan air bersih yang efisien, hemat energi, tahan lama, serta ramah lingkungan demi kemaslahatan masyarakat luas.

Dalam penelitiannya, Prof. Umi berhasil memformulasikan membran yang memiliki ketahanan tinggi terhadap penumpukan kotoran (fouling) yang sering kali menurunkan efektivitas filtrasi. Guna mewujudkan teknologi hijau, ia mengintegrasikan pemanfaatan biomassa lokal dan limbah pertanian, seperti kitosan, silika, magnesium hidroksida, dan nanoselulosa.

Penggunaan material ramah lingkungan ini dinilai tidak hanya mampu menjawab tantangan krisis air bersih, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi pada limbah pertanian yang selama ini terabaikan. Baginya, sains dan teknologi harus menjadi jembatan yang menghubungkan inovasi akademis dengan kelestarian alam serta kesejahteraan sosial.

Meski dihadapkan pada tantangan riset dan peran domestik dalam keluarga, ketekunan Prof. Umi membuktikan bahwa dedikasi tinggi mampu membuahkan hasil nyata. Ia menegaskan bahwa gelar guru besar yang kini disandangnya merupakan amanah besar untuk terus berkarya, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menginspirasi generasi muda untuk menuntut ilmu demi kemanusiaan.