Penguatan sektor industri dalam negeri terus didorong melalui sinergi regulasi dan efisiensi operasional. Langkah konkret ini diwujudkan oleh Bea Cukai Belawan dan Bea Cukai Tangerang melalui program asistensi langsung guna memitigasi kendala lapangan serta menjamin kepatuhan aktivitas ekspor-impor para pelaku usaha.

Di Sumatra Utara, Kantor Wilayah Bea Cukai bersama Bea Cukai Belawan melakukan peninjauan prosedur pemeriksaan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di PT Musim Mas. Peninjauan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Bea Cukai Sumut, Rudy Rahmaddi, dan Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, difokuskan pada kesiapan fasilitas pendukung serta implementasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi personel di lapangan.

Selain mengunjungi sektor manufaktur, tim Bea Cukai Sumut juga memantau kesiapan operasional Balai Laboratorium Bea Cukai (BLBC) Medan. Pengawasan ketat terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD) dan pengelolaan risiko laboratorium menjadi poin krusial untuk memastikan seluruh pengujian komoditas ekspor berjalan profesional dan aman.

Sementara itu, Bea Cukai Tangerang berfokus pada penguatan sektor manufaktur alas kaki dengan mengunjungi PT Panarub Industry. Perusahaan yang memproduksi sepatu merek global ini memiliki status Kawasan Berikat dan Authorized Economic Operator (AEO). Kunjungan tersebut menjadi ruang diskusi strategis terkait dampak kebijakan tarif internasional, rantai pasok lokal, serta digitalisasi sistem melalui CEISA 4.0 dan Self Service Report Mobile (SSRM).

Menanggapi rangkaian kegiatan ini, Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menegaskan komitmen instansinya sebagai fasilitator perdagangan. Upaya proaktif melalui asistensi langsung ini diharapkan mampu memberikan solusi cepat atas hambatan logistik, sehingga industri nasional dapat beroperasi lebih efisien serta memiliki daya saing global yang lebih kuat.