Setelah bertahun-tahun berkecimpung dalam industri teknologi di Singapura, Huynh Minh Thuan memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya di Delta Mekong, Vietnam, demi mengejar aspirasi bisnis di sektor pertanian. Keputusannya jatuh pada budidaya kurma varietas Red Barhee, sebuah komoditas bernilai ekonomi tinggi yang masih jarang dikembangkan di kawasan tersebut.
Mengambil inspirasi dari varietas asli Uni Emirat Arab yang ia peroleh melalui Thailand, Thuan telah mendedikasikan waktu selama tiga tahun terakhir untuk mengelola kebunnya di komune Hau My, provinsi Dong Thap. Ketelatenan dalam perawatan membuahkan hasil, di mana pohon-pohon kurma miliknya kini tumbuh subur dan menghasilkan buah dengan warna cerah yang menarik mata.
Keberhasilan Thuan tidak hanya berdampak pada nilai jual komoditas, tetapi juga memicu antusiasme masyarakat lokal dan wisatawan. Banyak pengunjung yang datang mengaku terkesan, karena bagi sebagian besar warga setempat, pengalaman menyantap kurma segar—yang berbeda dari kurma kering impor saat hari raya—merupakan hal baru dan unik.
Melihat potensi daya tarik tersebut, Thuan kini mulai merancang pengembangan kebunnya menjadi kawasan ekowisata. Ia berencana membangun fasilitas ruang terbuka dan kafe bernuansa alam untuk mendukung lanskap pertanian Dong Thap, sekaligus memperkuat kontribusi ekonominya bagi komunitas lokal di masa depan.