Guna memperkuat fondasi bisnis berbasis syariah dan merespons dinamika pasar yang kian kompetitif, Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BTM Pekalongan menggelar pelatihan peningkatan kapasitas SDM. Kegiatan intensif yang berlangsung selama dua hari pada Jumat hingga Sabtu (4–5/9/2026) di Hotel Amanda Hills, Bandungan, Semarang ini diikuti oleh 56 peserta yang terdiri dari Account Officer (AO) serta para manajer cabang.

Pelatihan ini dirancang secara terukur untuk memperkokoh strategi penyaluran pembiayaan syariah di wilayah Pekalongan agar semakin ekspansif, produktif, namun tetap mengedepankan aspek kehati-hatian. Ketua Pengurus KSPPS BTM Pekalongan, Achmad Su’ud, menggarisbawahi bahwa jajaran garda terdepan memiliki peran sentral dalam menentukan pertumbuhan roda bisnis koperasi.

"Keberadaan Account Officer dalam bisnis BTM merupakan ujung tombak. Sebagaimana ujung tombak, dia harus selalu diasah agar tetap runcing dan berfungsi sesuai harapan," ujar Achmad Su’ud di hadapan para peserta pelatihan. Melalui penguatan kompetensi ini, manajemen menargetkan setiap kantor cabang mampu menggenjot laju penyaluran pembiayaan secara lebih terstruktur sekaligus memperluas jangkauan inklusi keuangan syariah bagi masyarakat luas.

Komitmen KSPPS BTM Pekalongan dalam menjaga standar mutu layanan finansial ini juga dibuktikan dengan hadirnya jajaran pimpinan puncak secara langsung. Wakil Ketua Bidang Pembiayaan Amsorin serta Sekretaris Pengurus Rusman Effendy turut mengawal seluruh jalannya agenda hingga purna. Langkah strategis ini diharapkan mampu mendorong penetrasi pasar KSPPS BTM Pekalongan secara lebih solid dan berkelanjutan.