TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Pakistan menyepakati penguatan kerja sama pertahanan melalui peningkatan kualitas latihan bersama. Kesepakatan itu diarahkan untuk menyesuaikan pola latihan tempur dengan perkembangan teknologi militer modern yang kian cepat.

Fokus utama kerja sama tersebut adalah penerapan konsep multi-domain operations, yakni pendekatan operasi yang mengintegrasikan kemampuan di berbagai medan, mulai dari laut, udara, darat, hingga ruang siber. Model ini dinilai semakin relevan dalam menghadapi tantangan keamanan kontemporer yang tidak lagi berlangsung secara konvensional.

Kesepakatan itu dibahas dalam forum Navy to Navy Experts Level Staff Talks (NTNELST) ke-6 antara TNI AL dan Angkatan Laut Pakistan. Pertemuan bilateral tersebut berlangsung di Museum Pusat TNI AL, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (25/6).

Delegasi Indonesia dipimpin Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksda TNI Yayan Sofiyan. Sementara itu, delegasi Pakistan dipimpin Asisten KSAL Pakistan untuk Operasi Khusus dan Marinir, Komodor Anwar Saeed.

Pemilihan Museum Pusat TNI AL sebagai lokasi pertemuan juga memiliki makna simbolis. Tempat tersebut dipandang dapat mengingatkan kembali hubungan historis Indonesia dan Pakistan yang telah terjalin sejak lama, termasuk dalam konteks kerja sama pertahanan dan kemaritiman.

Yayan menyampaikan bahwa perkembangan teknologi modern menuntut angkatan laut kedua negara untuk terus memperbarui cara pandang, taktik, serta pola latihan. Karena itu, forum bilateral dinilai penting sebagai ruang untuk menyamakan persepsi dan memperkuat interoperabilitas.

“TNI AL dan Pakistan Navy sepakat untuk memperkuat kerja sama pendidikan dan latihan angkatan laut dengan pendekatan multi-domain operations mengikuti pesatnya perkembangan teknologi modern,” ujar Yayan dalam keterangan Dinas Penerangan TNI AL, Sabtu (27/6).

Selain membahas penguatan latihan dan pendidikan, kedua pihak juga menyoroti pentingnya stabilitas kawasan, khususnya keamanan jalur pelayaran di Samudra Hindia. Perairan tersebut merupakan rute strategis bagi perdagangan dan logistik internasional karena menghubungkan Asia Selatan dengan Asia Tenggara.

Komitmen tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, yang mendorong peran aktif TNI AL dalam diplomasi angkatan laut. Melalui kerja sama bilateral, TNI AL berupaya ikut menjaga stabilitas regional sekaligus meredam potensi konflik di kawasan maritim strategis.