Pemerintah Indonesia secara resmi meningkatkan alokasi anggaran untuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) menjelang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Total dana yang disiapkan kini melonjak drastis hingga mencapai Rp222 miliar guna memastikan kesiapan para atlet meraih prestasi terbaik.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa penambahan dana ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memajukan prestasi olahraga di kancah internasional. Pihaknya kini meminta seluruh atlet dan pengurus cabang olahraga untuk kembali fokus bekerja keras demi mencapai target medali yang telah dicanangkan.

Kenaikan anggaran ini terbilang signifikan. Sebelumnya, alokasi dana pelatnas hanya dipatok sebesar Rp81 miliar. Pemerintah kemudian menyesuaikannya menjadi Rp127 miliar, lalu menyuntikkan tambahan modal senilai Rp95 miliar. Anggaran sebesar Rp222 miliar ini belum termasuk biaya keberangkatan dan kepulangan kontingen yang dianggarkan tersendiri sebesar Rp61 miliar.

Menpora menjelaskan bahwa pencairan dana tersebut akan segera diproses setelah Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) rampung, dengan target penyaluran ke pengurus cabang olahraga pada pekan ini atau paling lambat pekan depan. Guna memastikan akuntabilitas, Kemenpora menerapkan sistem berbasis indikator kinerja utama (KPI) yang sangat spesifik, mulai dari penentuan cabang olahraga, nomor pertandingan, hingga nama atlet yang bersangkutan.

Pada perhelatan yang akan berlangsung dari 19 September hingga 4 Oktober 2026 tersebut, Indonesia berencana mengirimkan 432 atlet dari 35 cabang olahraga dengan target membawa pulang empat medali emas. Sektor andalan seperti bulu tangkis, angkat besi, serta panjat tebing yang menargetkan dua emas, diharapkan menjadi tulang punggung Indonesia di Negeri Sakura.