Anak usaha PT PLN (Persero), PLN Icon Plus, terus mematangkan langkahnya dalam menggarap pasar energi terbarukan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. Langkah strategis ini diwujudkan lewat program PV Academy yang digelar di Yogyakarta, berfokus pada pendalaman pasar, strategi pemasaran, serta eksekusi lapangan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap atau PV Rooftop.

Forum konsolidasi ini menghadirkan sejumlah pakar lintas sektor untuk menyelaraskan pemahaman mengenai ekosistem energi surya di Indonesia. Di antaranya adalah CEO & Co-Founder SonusID Tedi Wintoko, VP Sales, Marketing & Business Development Icon Green Bramanta Pradana, serta fasilitator MarkPlus Hery Prasetyadi, yang secara komprehensif mengupas peluang dan pemetaan kebutuhan konsumen.

Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, menegaskan bahwa kesiapan tim di lapangan merupakan kunci utama untuk menangkap peluang bisnis energi hijau yang kian prospektif. Menurutnya, pemahaman pasar yang mendalam harus diiringi dengan kemampuan eksekusi yang taktis agar mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus perusahaan.

Senada dengan hal itu, Direktur Niaga dan Pemasaran PLN Icon Plus, Joice Lanny Wantania, menggarisbawahi pentingnya menghadirkan solusi yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan. Ia menekankan bahwa tim pemasaran tidak sekadar menawarkan produk, melainkan harus mampu merumuskan strategi penjualan efektif yang mampu mengonversi peluang pasar menjadi transaksi riil.

Sementara itu, Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra, menyoroti pentingnya kolaborasi antardivisi guna mempercepat eksekusi proyek di berbagai wilayah. Melalui penguatan bisnis "Beyond kWh" ini, PLN Icon Plus berkomitmen mendukung program transisi energi nasional sekaligus memperluas portofolio layanan ramah lingkungan di tanah air.