Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), PT Bumi Konawe Abadi (BKA) merealisasikan kontribusi sosialnya dengan menyalurkan satu unit mobil ambulans dan 608 paket seragam sekolah untuk warga di Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Langkah ini diambil sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan dalam menyokong sektor mendasar di wilayah lingkar tambang.
Site Manager PT BKA, Rudijanto, menjelaskan bahwa sektor kesehatan dan pendidikan menjadi prioritas utama dalam pemetaan kebutuhan masyarakat setempat. Puskesmas Matandahi dan Puskesmas Motui yang menjadi fasilitas kesehatan andalan warga sebelumnya kekurangan sarana penunjang yang prima, sehingga bantuan ambulans ini diharapkan mampu mempermudah akses layanan medis darurat.
Lebih lanjut, Rudijanto menegaskan bahwa aksi kepedulian ini tidak akan berhenti di sini. Pihak perusahaan berkomitmen merancang program berkelanjutan yang menyasar penyediaan fasilitas kesehatan lainnya, serta kampanye edukasi guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak lingkungan di sekitar area operasional mereka.
Inisiatif sosial tersebut disambut positif oleh kepolisian setempat. Kapolres Konawe Utara, AKBP Rico Fernanda, menyampaikan apresiasinya dan berharap fasilitas bantuan tersebut dirawat dengan baik. Rico juga mengimbau pentingnya sinergi kondusif antara masyarakat dan korporasi demi menjamin keberlanjutan investasi yang dapat membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal.
Dari sektor pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe Utara, Asmadin, memberikan apresiasi tinggi atas bantuan ratusan seragam sekolah yang didistribusikan. Dirinya berharap inisiatif PT BKA ini dapat menjadi contoh bagi pemegang izin usaha pertambangan lainnya di Konawe Utara untuk mengalokasikan dana PPM pada pengembangan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Konawe Utara, Askam, membenarkan bahwa fasilitas ambulans di Kecamatan Motui sebelumnya mengalami kerusakan berat sehingga menghambat pelayanan. Dengan adanya unit baru ini, ia optimistis mobilitas penanganan medis darurat bagi warga setempat maupun wilayah sekitarnya akan berjalan jauh lebih efektif.