Kelompok mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Pekan Pergerakan Kesehatan Terpadu di Kabupaten Sukoharjo. Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini menyasar kelompok lanjut usia (lansia) dengan fokus pada edukasi kesehatan fisik dan nonfisik guna meningkatkan kualitas hidup di usia senja secara mandiri.

Program edukasi nonfisik dimulai di Desa Trangsan dengan mengangkat topik pentingnya menjaga kualitas tidur. Tim mahasiswa berupaya meluruskan mitos yang berkembang di masyarakat perdesaan bahwa penurunan durasi tidur pada lansia adalah hal lumrah yang tidak membutuhkan penanganan. Padahal, gangguan tidur sering kali dipicu oleh faktor lingkungan dan kebiasaan harian yang kurang tepat, seperti mengonsumsi teh pekat sebelum tidur.

Dipimpin oleh Feyza Azzahraan selaku ketua pelaksana, tim memberikan solusi praktis berupa metode kebersihan tidur (sleep hygiene). Edukasi yang dilakukan secara interaktif dengan bahasa lokal yang santun ini membimbing lansia untuk mengatur jadwal tidur yang konsisten, mengondisikan kamar tidur yang tenang, serta mempraktikkan teknik relaksasi pernapasan sebelum tidur.

Selain masalah tidur, para mahasiswa juga memberikan intervensi fisik berupa edukasi manajemen nyeri lutut akibat osteoartritis (OA) di Desa Klaseman dan Desa Luwang. Warga diajarkan cara meminimalkan ketergantungan pada obat kimia melalui terapi mandiri di rumah, seperti kompres hangat dan latihan penguatan otot di sekitar lutut guna menjaga stabilitas sendi dan mencegah kerusakan tulang rawan yang lebih parah.

Program pengabdian masyarakat ini ditutup dengan pelaksanaan Tes Kebugaran Rockport berupa uji jalan enam menit di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Ngudi Waras VI, Desa Luwang, serta Program Pengelolaan Penyakit Kronis untuk penderita diabetes melitus dan hipertensi. Rangkaian tes fisik ini mengevaluasi kapasitas jantung dan paru-paru lansia sekaligus mengedukasi pentingnya penggunaan alas kaki yang aman guna menghindari cedera otot.