Sekolah Dasar Negeri (SDN) 79 Rejang Lebong di Provinsi Bengkulu menghadapi tantangan berat dalam menjaring peserta didik baru untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Meski telah mengajukan kuota daya tampung sebanyak dua ruang kelas ke Dinas Pendidikan setempat, sekolah ini tercatat hanya berhasil menjaring 18 murid baru yang mendaftar.
Menyikapi kondisi tersebut, pihak sekolah berinisiatif menempuh langkah taktis guna memikat minat warga sekitar. Kepala SDN 79 Rejang Lebong, Seliyah, S.Pd.SD., mengungkapkan bahwa berdasarkan kesepakatan dewan guru, sekolah memberikan fasilitas berupa baju olahraga gratis kepada setiap murid baru yang mendaftar. Anggaran pembagian seragam ini murni bersumber dari hasil kompromi internal sekolah secara mandiri.
Tidak hanya mengandalkan stimulus fisik, pihak sekolah juga berfokus mengembangkan potensi non-akademik siswa. Berbagai kegiatan ekstrakurikuler kini kian digalakkan, mulai dari seni tari, bulu tangkis, kegiatan keagamaan tahfidz Al-Qur'an, hingga penambahan cabang olahraga bela diri baru, Taekwondo. Langkah pembinaan ini dirancang agar setiap anak memiliki ruang untuk menonjolkan bakat mereka masing-masing.
Seliyah menambahkan, target kompetensi siswa kini telah dipetakan secara berjenjang demi menjaga kualitas lulusan. Murid kelas 1 dan 2 difokuskan pada bimbingan intensif membaca bagi yang belum lancar. Sementara itu, siswa kelas 3 ke atas dipersiapkan secara matang untuk menghadapi ajang kompetisi bergengsi seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).
Kendati berhasil mengantarkan perwakilan siswanya berkompetisi di tingkat Provinsi Bengkulu pada ajang olimpiade IPA tahun lalu, perjuangan sekolah ini kerap terganjal oleh faktor sosial dan sarana penunjang yang minim. Pihak sekolah mengeluhkan kurangnya kepedulian dari sebagian orang tua siswa terhadap proses belajar anak. Selain itu, kondisi fisik sekolah seperti ruang guru yang masih beralaskan lantai lama yang belum direnovasi, serta keterbatasan pasokan buku literasi, turut menghambat kenyamanan proses belajar-mengajar. Pihak sekolah berharap Dinas Pendidikan setempat segera merealisasikan program revitalisasi infrastruktur agar kualitas pengajaran dapat bersaing dengan sekolah-sekolah di wilayah perkotaan.