Intel Corporation dilaporkan tengah bersiap untuk menghadirkan kembali salah satu teknologi andalan mereka yang sempat dinonaktifkan, yakni Hyper-Threading. Langkah taktis ini dikonfirmasi langsung oleh CEO Intel, Lip-Bu Tan, di sela-sela pemaparan kinerja keuangan kuartal kedua tahun 2026. Pengaktifan kembali fitur legendaris ini dirancang sebagai salah satu pilar strategi perusahaan untuk merebut kembali pangsa pasar CPU yang kian kompetitif.
Bagi industri komputasi, Hyper-Threading merupakan teknologi Simultaneous Multi-Threading (SMT) yang membagi satu inti fisik prosesor menjadi dua utas (thread) logis. Melalui mekanisme ini, pemrosesan data multitugas dapat berjalan jauh lebih efisien dan cepat tanpa harus membebani perangkat keras dengan penambahan inti fisik tambahan.
Sebelum keputusan ini diambil, Intel sempat memicu perdebatan di kalangan antusias teknologi setelah menghapus fitur tersebut secara penuh dari jajaran prosesor desktop Arrow Lake-S pada tahun 2024. Tren pengurangan ini sebenarnya sudah dirintis sejak arsitektur Alder Lake dirilis pada 2021, di mana dukungan Hyper-Threading dibatasi hanya untuk lini Performance Core.
Kembalinya teknologi ini dipastikan akan dimulai dari sektor enterprise melalui prosesor server Xeon 8 dengan kode nama "Coral Rapids" yang ditargetkan meluncur pada tahun 2028. Kendati demikian, pihak Intel masih enggan memberikan rincian lebih lanjut mengenai kapan teknologi serupa akan kembali dinikmati oleh para pengguna PC desktop rumahan maupun laptop.