Pemerintah Kota Tanjungpinang resmi mengintegrasikan program pelacakan tuberkulosis (TB) dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta Gerakan Antar Warga Periksa TB (Gasak TB). Langkah strategis ini diluncurkan langsung oleh Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, di Kantor Kelurahan Tanjung Unggat guna mengantisipasi penyebaran penyakit menular pernapasan yang kerap diabaikan masyarakat.

Dalam arahannya, Lis mengimbau warga untuk tidak meremehkan gejala batuk yang berlangsung terus-menerus. Ia menekankan pentingnya pergeseran pola pikir masyarakat dari sekadar mengobati menjadi pencegahan sejak dini. Menurutnya, kesadaran keluarga untuk membawa anggota yang bergejala ke fasilitas kesehatan sangat krusial, mengingat TB saat ini sudah sangat memungkinkan untuk disembuhkan secara total melalui penanganan tepat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Kota Tanjungpinang, estimasi kasus TB di wilayah ini mencapai 1.800 kasus per tahun. Namun, penemuannya sejauh ini baru menyentuh angka 24 persen. Untuk mengejar sisa kasus tersebut, Kepala Dinkesdalduk KB Rustam menjelaskan bahwa kegiatan tracing akan berlangsung dari 9 September hingga 27 November 2026 di 87 titik sasaran.

Setiap lokasi penelusuran menargetkan 100 warga dengan skema jemput bola dari rumah ke rumah. Layanan medis yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum, pengambilan sampel dahak, hingga pemindaian rontgen. Di samping penanganan TB, Pemko Tanjungpinang juga optimistis dapat mencapai target 120 ribu warga untuk layanan Cek Kesehatan Gratis hingga akhir tahun, yang hingga kini telah menjangkau sekitar 45 ribu penduduk.