Jaringan hotel mewah asli Indonesia, Hotel Tentrem, sukses membawa pulang penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 yang digelar di Yogyakarta pada Rabu (15/7/2026). Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan manajemen hotel di bawah naungan PT Hotel Candi Baru—anak usaha PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk—dalam menjalankan roda bisnis yang ramah lingkungan dan berdampak sosial positif.
Penghargaan dalam acara bertema "Smartly Cultured, Sustainably Driven" tersebut diterima langsung oleh Corporate General Manager Hotel Tentrem Group, Christoporus Yulianto, didampingi oleh Supervisor Humas Sido Muncul Semarang, Septiana Nur Utami. Christoporus menyampaikan apresiasi yang mendalam dan berharap capaian ini dapat memicu peningkatan kualitas layanan serta berkontribusi nyata dalam mempromosikan pariwisata Indonesia ke kancah global.
Hotel Tentrem dinilai berhasil memadukan konsep modern dengan kearifan lokal Jawa. Melalui pilar "Smartly Cultured", mereka tetap konsisten melestarikan identitas tradisi di tengah arus modernisasi. Sementara itu, pilar "Sustainably Driven" diwujudkan lewat komitmen bisnis yang mendukung pertumbuhan ekonomi hijau dan tanggung jawab sosial kemasyarakatan.
Ajang penghargaan tahunan yang dipelopori oleh Harian Jogja (Grup Bisnis Indonesia) ini menitikberatkan penilaian pada keselarasan bisnis dengan filosofi Jawa, Hamemayu Hayuning Bawana. Aspek penilaian difokuskan pada sektor pendidikan, pelestarian budaya, serta pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, yang juga menjadi prioritas pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam arahannya mengingatkan pentingnya pelaku usaha membangun ekosistem bisnis inklusif yang berbasis kepercayaan publik. Sultan menekankan relevansi falsafah kuno "Tunâ Satak, Bathi Sanak", yang mengajarkan bahwa keberhasilan usaha tidak melulu diukur dari keuntungan materi, melainkan dari eratnya relasi sosial dan kepercayaan masyarakat sekitar.
Senada dengan hal itu, Presiden Direktur Harian Jogja, Arif Budisusilo, menjelaskan bahwa ajang JBBA 2026 dirancang sebagai panduan moral bagi institusi. Ia menegaskan bahwa kemajuan ekonomi tidak boleh mengorbankan nilai-nilai kebudayaan setempat. Guna menjamin objektivitas, seluruh proses penilaian didasarkan pada riset komprehensif, pemantauan media, kepatuhan hukum, serta verifikasi lapangan oleh panel jurnalis independen.