DPP Projo memberikan penjelasan resmi terkait beredarnya potongan video Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang menyinggung isu percepatan dinamika politik nasional sebelum Pemilu 2029. Organisasi relawan tersebut menegaskan bahwa rekaman yang beredar di media sosial itu telah dipotong dan tidak menggambarkan keseluruhan isi diskusi yang sebenarnya.
Sekretaris Jenderal DPP Projo, Fredy Alex Damanik, mengungkapkan bahwa video tersebut diambil dalam sebuah forum silaturahmi internal relawan bersama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dalam rangka memperingati Bulan Kemerdekaan RI. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mendiskusikan berbagai analisis situasi sosial, politik, dan ekonomi demi masa depan bangsa.
Menurut Fredy, masukan-masukan yang berkembang dalam diskusi tersebut sengaja disampaikan kepada Joko Widodo. Harapannya, hal-hal krusial itu dapat diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto. Projo meyakini komunikasi antara kedua tokoh bangsa tersebut tetap berjalan sangat erat, sehingga dapat menjadi saluran efektif untuk menyampaikan aspirasi demi perbaikan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Joko Widodo dilaporkan mendengarkan dengan saksama seluruh pandangan relawan. Mantan Wali Kota Solo itu kemudian meminta semua pihak untuk tidak panik dan tetap tenang menjaga stabilitas nasional, mengingat kondisi perekonomian domestik masih tumbuh positif dengan tingkat inflasi yang terjaga dengan baik.
Sebelumnya, potongan video pidato Budi Arie Setiadi menuai sorotan publik setelah ia melontarkan spekulasi tentang adanya percepatan konstelasi politik. Budi mengaku sempat berbisik langsung kepada Joko Widodo mengenai firasatnya bahwa dinamika politik tanah air dapat bergeser lebih cepat dari target pemilu lima tahunan mendatang, seraya meminta relawan bersiap menghadapi berbagai skenario yang mirip dengan transisi reformasi 1997-1998.
Menutup penjelasannya, Fredy mengimbau masyarakat untuk melihat konteks pembicaraan secara utuh dan tidak terprovokasi oleh narasi yang terpotong. Ia menegaskan bahwa pernyataan Budi Arie murni merupakan bentuk pemetaan risiko dan simulasi kesiapan organisasi, bukan sebuah keputusan politik formal.