Kebiasaan mengonsumsi minuman berpemanis gula minimal sekali dalam sehari kini dikaitkan dengan lonjakan risiko kanker lambung hingga lebih dari dua kali lipat. Temuan ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih asupan konsumsi harian demi menjaga kesehatan pencernaan.
Laporan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Gastro Hep Advances oleh para peneliti dari Mass General Brigham Cancer Institute mendasari kesimpulan tersebut. Dengan menganalisis data kesehatan selama puluhan tahun dari sekitar 100.000 partisipan, studi ini menyoroti dampak buruk minuman tinggi gula seperti soda biasa, minuman berenergi, serta jus buah dengan gula tambahan.
Dr. Andrew T. Chan, penulis senior dalam penelitian ini, menekankan bahwa riset ini adalah yang pertama berhasil mengidentifikasi korelasi kuat antara konsumsi minuman manis dan kanker lambung pada populasi di Amerika Serikat. Meskipun kanker lambung merupakan penyebab kematian akibat kanker terbesar kelima di dunia, faktor risiko terkait pola makan harian sebelumnya masih jarang diteliti secara mendalam.
Di sisi lain, analisis ini tidak menemukan adanya hubungan langsung antara minuman dengan pemanis buatan (seperti soda diet rendah kalori) dan peningkatan risiko kanker lambung. Kendati demikian, para ahli mengingatkan bahwa pemanis buatan seperti aspartam tetap memerlukan kewaspadaan. Lembaga Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) sebelumnya sempat mengategorikan zat tersebut sebagai agen yang berpotensi memicu kanker (karsinogenik), walaupun Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyatakan konsumsinya masih aman dalam batas harian yang dianjurkan.
Para peneliti juga mengakui adanya keterbatasan dalam studi ini, mengingat mayoritas responden adalah warga kulit putih berusia produktif hingga lansia, sehingga diperlukan penelitian lanjutan pada kelompok etnis lain dan usia yang lebih muda. Secara biologis, peningkatan risiko kanker ini diduga dipicu oleh fluktuasi berat badan, resistensi insulin, serta peradangan kronis yang disebabkan oleh asupan gula berlebih.