Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menunjukkan sikap tenang dan profesional di tengah menguatnya spekulasi mengenai Surat Presiden (Surpres) terkait pergantian pimpinan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Alih-alih terhanyut dalam polemik publik, Kapolri menegaskan komitmennya untuk tunduk sepenuhnya pada konstitusi dan keputusan kepala negara.

Saat ditemui setelah menghadiri rapat di Kementerian Politik dan Keamanan (Kemenpolkam) di Jakarta Pusat, Jenderal Listyo Sigit menegaskan bahwa pergantian Kapolri sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Republik Indonesia. Sebagai prajurit bhayangkara, ia menyatakan siap menjalankan apa pun keputusan yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto.

Respon dingin nan matang dari Kapolri tersebut langsung mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan. Ketua Paguyuban Jurnalis Mitra Polri (JMP), Ikhwan Andi Aziz, memberikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Listyo Sigit yang dinilai tidak mudah goyah oleh riak politik praktis yang sengaja diembuskan ke ruang publik.

Menurut Ikhwan, pernyataan Kapolri menjadi bukti nyata dari loyalitas tegak lurus institusi Polri terhadap hukum dan mekanisme konstitusional. Sikap tersebut dinilai sangat krusial dalam menjaga kondusivitas keamanan dalam negeri di saat negara sedang berupaya menghadapi tantangan ekonomi domestik serta dinamika global.

Lebih lanjut, JMP juga menyayangkan adanya manuver dari segelintir kelompok yang dinilai berupaya memanfaatkan isu pergantian ini demi kepentingan politik sepihak. Publik pun diimbau untuk tidak terprovokasi dan tetap memprioritaskan pemulihan ekonomi nasional serta menjaga ketertiban masyarakat di atas kepentingan politik praktis.