Pemerintah Vietnam secara resmi telah merilis data sementara hasil Sensus Ekonomi 2026, yang tercatat sebagai survei skala nasional terbesar yang pernah dilaksanakan. Menteri Keuangan Ngo Van Tuan menegaskan bahwa data strategis ini menjadi fondasi krusial bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan sosial-ekonomi yang berkelanjutan, sejalan dengan visi yang tertuang dalam Resolusi Kongres Partai Nasional ke-14.
Survei komprehensif ini mencakup spektrum luas, mulai dari perusahaan korporasi, koperasi, sektor usaha perorangan non-pertanian, hingga organisasi keagamaan dan lembaga publik. Secara keseluruhan, terdapat hampir 6,3 juta entitas ekonomi yang teridentifikasi aktif beroperasi di seluruh penjuru negeri.
Sektor bisnis terus membuktikan diri sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Hingga akhir Desember 2025, tercatat lebih dari 860.000 perusahaan menunjukkan performa bisnis yang positif, dengan dominasi sektor non-negara sebanyak 830.000 unit. Sementara itu, sektor investasi asing langsung (FDI) mencatatkan partisipasi sebanyak 30.000 perusahaan, memperkuat ekosistem pasar di Vietnam.
Pertumbuhan sektor bisnis ini juga berkorelasi positif dengan penyerapan tenaga kerja yang mencapai 17,6 juta orang, meningkat signifikan hingga 20% dibandingkan data tahun 2020. Kendati demikian, struktur pasar masih didominasi oleh usaha kecil dan menengah dengan rata-rata 20 tenaga kerja per entitas. Sebaliknya, perusahaan milik negara dan perusahaan FDI menunjukkan skala operasional yang lebih besar, dengan rata-rata penyerapan tenaga kerja masing-masing mencapai 554 dan 206 orang per perusahaan.
Dari sisi finansial, proyeksi pendapatan bersih seluruh sektor bisnis pada tahun 2025 diperkirakan melampaui 45 triliun VND. Kontribusi terbesar berasal dari perusahaan non-negara dengan nilai lebih dari 25 triliun VND, diikuti oleh perusahaan FDI dengan hampir 15 triliun VND, serta perusahaan milik negara yang menyumbang sekitar 5 triliun VND bagi perekonomian nasional.