Pemerintah Vietnam resmi merampungkan Sensus Ekonomi 2026 yang memberikan gambaran komprehensif mengenai peta kekuatan ekonomi negara saat ini. Inisiatif nasional ini menjadi pijakan krusial dalam memetakan struktur sektor ekonomi, dinamika ketenagakerjaan, hingga sejauh mana adopsi teknologi serta transformasi digital diimplementasikan oleh pelaku usaha di seluruh negeri.

Terobosan utama dalam sensus kali ini terletak pada penerapan teknologi mutakhir. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk identifikasi kode sektor ekonomi, pemanfaatan peta digital untuk pemantauan lapangan secara langsung, serta integrasi data dengan sistem perpajakan terbukti berhasil memangkas durasi pengumpulan hingga pemrosesan data. Efisiensi ini memungkinkan publikasi hasil sementara dirilis tujuh bulan lebih awal dari jadwal yang direncanakan.

Data sementara mencatat terdapat sekitar 6,3 juta unit ekonomi aktif yang menyerap tenaga kerja hingga 30,37 juta orang. Sektor korporasi menunjukkan pertumbuhan impresif sebesar 25,5% dibanding tahun 2021, dengan lonjakan investasi asing mencapai 33,9%. Sementara itu, terjadi pergeseran tenaga kerja yang cukup kentara dari sektor ekonomi perorangan menuju sektor ekonomi formal yang lebih terstruktur.

Di tingkat daerah, Provinsi Gia Lai turut mencatatkan capaian positif dengan menyelesaikan 100% survei melalui pengerahan 1.300 petugas di 135 wilayah administratif. Sinergi antara pemerintah daerah, otoritas pajak, dan petugas sensus menjadi kunci utama dalam menjamin akurasi data yang dikumpulkan.

Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Pengarah Sensus, Ngo Van Tuan, menegaskan bahwa data yang dihasilkan akan menjadi instrumen vital dalam perumusan kebijakan pembangunan nasional. Hasil komprehensif dari sensus ini diharapkan mampu mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang akurat demi kesinambungan pertumbuhan ekonomi Vietnam di masa depan. Laporan analisis tematik secara menyeluruh dijadwalkan untuk dipublikasikan pada Desember 2026.