Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) kini tengah mengakselerasi modernisasi sektor pertanian melalui pengenalan teknologi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS). Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan studi tiru bagi para penyuluh pertanian asal Kabupaten Sumenep di Balai Perakitan dan Penerapan Teknologi Pertanian (BRMP) Jawa Timur.

Teknologi PM-AAS sendiri merupakan adaptasi dari sistem pertanian mutakhir asal Arkansas, Amerika Serikat, yang telah dimodifikasi sedemikian rupa agar selaras dengan karakteristik lahan serta agroklimat di Indonesia. Inovasi ini diyakini menjadi kunci strategis dalam meningkatkan hasil panen petani lokal secara signifikan.

Katimker Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementan RI untuk wilayah Sumenep, Dewo Ringgih, mengungkapkan bahwa PM-AAS mampu mengerek produktivitas padi hingga mencapai 10 ton per hektare. Angka tersebut menunjukkan potensi peningkatan dua kali lipat dibandingkan dengan rata-rata produktivitas konvensional saat ini yang masih berada di kisaran 5 ton per hektare.

Para penyuluh yang mengikuti pelatihan ini diharapkan dapat segera mentransfer ilmu tersebut kepada petani di wilayah binaan masing-masing. Langkah konkret ini menjadi harapan pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan berkelanjutan sekaligus memodernisasi cara bertani masyarakat di daerah, khususnya di Kabupaten Sumenep.