Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Pengurus Daerah Jawa Tengah sukses menggelar seminar dan gathering pada 6-7 Juni 2026. Kegiatan yang diikuti lebih dari 100 anggota itu dinilai mampu menghadirkan suasana berbeda karena tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas profesi, tetapi juga memperkuat kebersamaan melalui hiburan dan wisata.
Ketua Panitia, Ferry Habibie, menyampaikan bahwa antusiasme peserta sudah terlihat sejak awal acara hingga rangkaian kegiatan berakhir. Menurut dia, peserta mengikuti agenda yang disiapkan panitia dengan penuh semangat, baik saat sesi seminar maupun kegiatan nonformal.
“Kegiatan gathering dan seminar berlangsung sangat seru. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias. Ini tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seluruh panitia,” ujar Ferry, Senin (8/6/2026).
Pada hari pertama, panitia menghadirkan seminar perpajakan bertema “Kupas Tuntas Aturan Restitusi Pasca SPT Era Coretax dan Pengawasan Kepatuhan Pasca Pemberlakuan Coretax”. Tema ini dipilih untuk menjawab kebutuhan anggota dalam memahami perkembangan regulasi terbaru, terutama di tengah perubahan sistem administrasi perpajakan melalui penerapan Coretax.
Melalui forum tersebut, peserta mendapatkan pembaruan pengetahuan terkait aturan restitusi dan pengawasan kepatuhan pajak. Materi ini dinilai penting bagi konsultan pajak agar mampu memberikan layanan profesional yang sesuai dengan dinamika kebijakan perpajakan terkini.
Setelah sesi seminar, acara dilanjutkan dengan gala dinner yang berlangsung lebih santai. Suasana keakraban semakin terasa dengan penampilan grup hiburan lokal Pangsit Teamlo Solo serta pembagian berbagai doorprize, termasuk hadiah utama berupa televisi 43 inci dan telepon genggam.
Ferry menilai gala dinner menjadi ruang penting bagi anggota untuk membangun komunikasi yang lebih cair di luar forum resmi. Interaksi semacam ini, kata dia, turut mempererat hubungan antaranggota IKPI Jawa Tengah.
Memasuki hari kedua, peserta diajak menikmati destinasi alam di kawasan Tawangmangu. Sebagian peserta mengikuti wisata jeep menuju Air Terjun Jumog Putri dan kegiatan petik stroberi, sementara peserta lainnya memilih hiking ke kawasan wisata Air Terjun Grojogan Sewu.
Konsep yang menggabungkan seminar, hiburan, dan wisata tersebut dirancang agar peserta memperoleh manfaat yang lebih luas. Selain memperbarui wawasan perpajakan, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun jejaring, memperkuat solidaritas, dan menciptakan pengalaman kolektif yang berkesan.
Untuk mengetahui tingkat kepuasan peserta, panitia menyebarkan kuesioner pada akhir kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas peserta memberikan respons positif terhadap penyelenggaraan seminar dan gathering tersebut.
“Kami menyebarkan kuesioner kepada peserta dan hasilnya sangat membahagiakan bagi panitia. Hampir seluruh peserta menyatakan puas terhadap kegiatan ini dan berharap acara serupa dapat diselenggarakan setiap tahun,” kata Ferry.
Ferry menambahkan, respons tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan peningkatan kompetensi profesi dapat dikemas secara menarik tanpa mengurangi substansi edukasi. Panitia berharap keberhasilan tahun ini menjadi pijakan untuk menghadirkan program yang lebih berkualitas pada masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, IKPI Pengda Jawa Tengah juga berharap soliditas dan profesionalisme anggota semakin kuat, baik di tingkat daerah maupun dalam kontribusi terhadap organisasi secara nasional.