Industri antariksa Vietnam memasuki babak baru setelah perusahaan kedirgantaraan swasta asal Hanoi, VinSpace, resmi menjalin kemitraan strategis dengan SpaceX milik Elon Musk. Kolaborasi ini bertujuan untuk meluncurkan armada satelit komersial pertama milik sektor swasta Vietnam ke orbit bumi yang ditargetkan terealisasi pada kuartal kedua tahun 2027.

Dalam misi ini, satelit rakitan lokal tersebut akan memanfaatkan program peluncuran bersama (ride-share) komersial milik SpaceX yang dikenal sebagai misi Transporter. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi VinSpace untuk menguji fungsionalitas dan keandalan teknologi mereka di luar angkasa, sekaligus membuka peluang kolaborasi global yang lebih luas di masa mendatang.

Berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, VinSpace memegang otoritas penuh mulai dari tahap riset, manufaktur, hingga operasional satelit setelah berada di luar angkasa. Direktur Utama VinSpace, Vu Trong Thu, menegaskan bahwa uji coba ini sangat penting untuk membuktikan kemampuan teknis tim domestik serta mengintegrasikan industri kedirgantaraan Vietnam ke dalam rantai pasok global.

Sebagai anak usaha dari Vingroup, konglomerat terbesar di Vietnam, VinSpace didirikan dengan modal awal sebesar 300 miliar Dong Vietnam atau setara Rp180 miliar. Kepemilikan saham mayoritas dikuasai secara pribadi oleh orang terkaya di Vietnam sekaligus pendiri Vingroup, Pham Nhat Vuong, sebesar 71 persen, sementara sisanya dibagi antara Vingroup dan kedua putra Pham.

Langkah ekspansif ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah Hanoi yang kini menempatkan teknologi antariksa sebagai sektor strategis nasional. Meski Vietnam telah meluncurkan satelit negara sejak 2008 melalui VINASAT-1, keterlibatan aktif sektor swasta seperti VinSpace dan SpaceX ini menandai era baru persaingan teknologi luar angkasa bagi negara tersebut.