SIDOARJO — Sekitar 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur berkumpul dalam forum Sekolah Legislatif Vol. II yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida). Acara yang berlangsung selama dua hari pada 20–21 Juni 2026 ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, salah satunya anggota DPD RI Lia Istifhama, yang menyampaikan pesan kuat kepada generasi Z agar mengambil peran substansial dalam kehidupan politik bangsa.
Dalam paparannya pada sesi pembahasan umum, Lia Istifhama menekankan bahwa era keterbukaan informasi telah menciptakan beragam peluang baru bagi anak muda untuk terlibat dalam dinamika politik. Ia menyoroti kemunculan profesi-profesi non-konvensional seperti influencer yang memiliki pengaruh signifikan terhadap opini publik. Menurut senator yang akrab disapa Ning Lia ini, setiap warga negara pada dasarnya memiliki hak dan potensi untuk berkiprah di ranah politik dalam sistem demokrasi.
"Yang terpenting adalah bagaimana membangun kapasitas kepemimpinan, integritas, serta kepekaan terhadap aspirasi masyarakat," tegas Lia dalam keterangan resmi yang dirilis pada Minggu (21/6). Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak terjebak dalam sikap emosional atau sekadar mengejar popularitas di ruang digital. Sebaliknya, generasi muda harus mampu menyuarakan gagasan secara konstruktif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ini melontarkan seruan yang menggugah: "Speak up bukan untuk sensasi, tapi untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Jangan jadi generasi yang baperan, tapi jadilah generasi yang berperan." Lia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas dan membangun kepercayaan publik sebagai modal sosial utama dalam kehidupan berbangsa, serta memahami konsep kebijakan publik yang responsif terhadap kebutuhan rakyat.
Pesan senada disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Ainun Amalia, yang mendorong mahasiswa untuk teguh memegang idealisme meskipun kelak telah memasuki dunia kerja. "Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Jangan sampai idealisme luntur ketika sudah masuk dalam sistem. Justru di situlah tantangan untuk tetap membawa perubahan yang lebih baik," ujarnya.
Forum edukasi politik ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor III Umsida Dr. Nurdyansyah, Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati, serta sejumlah narasumber lain seperti anggota DPRD Pasuruan Adinda Denisa, perwakilan Badan Anggaran Sidoarjo Zakaria Dimas, Komisioner KPU Sidoarjo Mokhammad Yasin, dan dosen Umsida Rifai Ridlho.
Kegiatan Sekolah Legislatif Vol. II dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yakni Kampus Umsida pada hari pertama dan Gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo pada hari kedua. Program ini merupakan pengembangan dari edisi pertama yang digelar pada 2025 dan saat itu hanya diikuti oleh organisasi mahasiswa internal Umsida. Pada edisi kedua tahun ini, cakupan peserta diperluas hingga tingkat Provinsi Jawa Timur.
"Tahun ini berbeda karena kami juga mengundang peserta dari eksternal kampus, yakni mahasiswa aktif se-Jawa Timur," jelas Ketua Umum DPM Umsida, Bagus Anggara. Langkah perluasan ini mencerminkan komitmen Umsida untuk menjadikan Sekolah Legislatif sebagai wadah pencerdasan politik lintas kampus bagi generasi muda di Jawa Timur.