Danone, produsen makanan dan minuman berskala global, menegaskan langkah strategisnya dalam memperkuat eksistensi di pasar Indonesia. Sebagai pasar terbesar kelima bagi perusahaan di seluruh dunia, Indonesia kini menjadi fokus utama integrasi teknologi digital dan penguatan praktik keberlanjutan sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.
President Asia Pacific Zone Danone Global, Bruno Chevot, menekankan bahwa potensi pasar Indonesia yang dinamis menuntut perusahaan untuk tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada kemajuan sosial. Investasi pada pengembangan kapasitas karyawan menjadi salah satu prioritas utama agar tenaga kerja lokal mampu beradaptasi dengan transformasi industri yang semakin mengedepankan kompetensi digital.
Di sektor manufaktur, Danone melakukan revolusi operasional dengan mengadopsi kecerdasan buatan (AI). Chief Operation Officer Danone, Vikram Agarwal, menjelaskan bahwa pergeseran dari pekerja mekanis menuju insinyur digital memungkinkan pemantauan performa mesin yang jauh lebih presisi. Teknologi AI ini juga dioptimalkan dalam sektor perencanaan dan logistik, guna memetakan rantai pasok yang kompleks serta melakukan proyeksi fluktuasi harga komoditas global secara akurat.
Tidak hanya terbatas pada efisiensi pabrik, inovasi berbasis teknologi juga menyasar sektor kesehatan masyarakat. Danone tengah mengembangkan teknologi pemindaian iris mata melalui ponsel pintar untuk mendeteksi dini kekurangan zat besi pada ibu dan bayi. Inovasi ini akan diintegrasikan dengan penyediaan produk bernutrisi berbasis sains guna mendukung kesehatan generasi mendatang di Indonesia.
Terkait komitmen lingkungan, Danone tetap teguh menjalankan praktik operasional yang lebih ketat dari standar regulasi lokal, terutama dalam pengurangan sampah plastik. Saat ini, sekitar 70% lini bisnis air mineral telah mengadopsi sistem sirkular melalui penggunaan galon guna ulang. Meskipun investasi pada ekosistem hijau seperti penggunaan material daur ulang (rPET) dan pengurangan bobot kemasan memerlukan biaya besar, perusahaan memandang hal tersebut sebagai langkah krusial dalam menjaga kelestarian sumber daya alam Indonesia.