Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Surakarta bersama STIE Surakarta sukses menyelenggarakan Solo Champions & Impact Festival (SCIF) 2026. Acara yang berlangsung selama empat hari, mulai 9 hingga 12 Juli 2026 di Atrium Solo Square Mall ini menjadi titik temu bagi para pelaku usaha, akademisi, pemerintah, serta komunitas kreatif untuk menggerakkan ekonomi lokal.
Ketua Umum BPC HIPMI Surakarta, Wahyu Adi Wibowo, menekankan bahwa ajang ini bertujuan menciptakan ekosistem bisnis yang lebih adaptif. Menurutnya, pelaku UMKM di era sekarang harus mulai bergeser dari sekadar mengejar omzet ke arah pengambilan keputusan berbasis data. Data kini dipandang sebagai bahasa bisnis fundamental yang memungkinkan pengusaha memahami posisi pasar dan menentukan strategi pengembangan yang presisi.
Sebagai bentuk komitmen nyata, SCIF 2026 menyelenggarakan kompetisi Impact Challenge yang telah mengurasi puluhan peserta menjadi sembilan UMKM finalis dan enam tim pelajar SMK. Para finalis tersebut akan mendapatkan program pendampingan intensif selama dua tahun yang dikawal langsung oleh STIE Surakarta, serta fasilitasi pengembangan usaha sebesar Rp100 juta bagi tiga UMKM terbaik.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Ia menilai inisiatif tersebut sangat krusial dalam menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini, terutama bagi kalangan pelajar. Integrasi antara pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan UMKM di Solo tetap relevan di tengah cepatnya perubahan tren pasar.
Sementara itu, Ketua STIE Surakarta, Aditya Liliyan, menyatakan bahwa keterlibatan institusinya merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan, sekaligus memastikan perguruan tinggi berperan sebagai solusi konkret bagi tantangan yang dihadapi oleh sektor usaha mikro, kecil, dan menengah di Kota Solo.