Kota Mojokerto — Atmosfer sportivitas dan semangat kebersamaan menyelimuti pembukaan Fun Tennis Festival 2026 yang digelar di Lapangan Tenis Outdoor Gelora A. Yani, Kota Mojokerto, pada Sabtu (27/6). Kompetisi yang diperuntukkan bagi petenis pemula ini berhasil menarik partisipasi 45 pasangan dari delapan kabupaten dan kota, meliputi Nganjuk, Madiun, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, Malang, serta Jombang.
Dari total peserta yang bertanding selama dua hari hingga 28 Juni 2026, sebanyak 27 pasangan tampil dalam kategori ganda putra dan 18 pasangan berkompetisi di kategori ganda putri. Acara pembukaan turnamen diresmikan langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, yang akrab disapa Ning Ita.
Dalam sambutannya, Ning Ita memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme para peserta. Menurutnya, ajang ini bukan sekadar arena pertandingan, melainkan juga wadah mempererat silaturahmi antardaerah sekaligus membangun kultur olahraga yang sehat dan kompetitif di tengah masyarakat.
Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui jalur keolahragaan merupakan bagian integral dari misi Pemerintah Kota Mojokerto. Visi kota yang mengusung semangat maju, berdaya saing, berkarakter, sejahtera, dan berkelanjutan menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan pembinaan olahraga.
"Dalam kurun lima tahun terakhir, capaian prestasi olahraga Kota Mojokerto menunjukkan tren peningkatan yang konsisten. Keberhasilan ini tak lepas dari komitmen pemerintah dalam menyediakan infrastruktur, membina berbagai cabang olahraga, serta memfasilitasi beragam kegiatan keolahragaan," ungkap Ning Ita.
Lebih dari sekadar ajang sportivitas, penyelenggaraan event olahraga seperti Fun Tennis Festival juga dipandang sebagai instrumen strategis untuk menggerakkan roda perekonomian daerah. Ning Ita menjelaskan bahwa kehadiran peserta dari luar kota secara langsung berkontribusi terhadap perputaran ekonomi lokal melalui akomodasi, konsumsi, dan belanja selama mengikuti turnamen.
"Para peserta yang datang dari berbagai daerah tentu membutuhkan penginapan dan akan membelanjakan uangnya di Kota Mojokerto. Inilah bagian dari upaya kami mendorong dinamika ekonomi daerah," tambah kepala daerah tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Ning Ita turut memaparkan rencana pengembangan kawasan Gelora A. Yani sebagai pusat olahraga terpadu. Langkah ini dinilai strategis mengingat keterbatasan lahan yang menjadi tantangan utama bagi Kota Mojokerto dalam membangun fasilitas publik.
Menutup arahannya, Wali Kota mengimbau seluruh peserta untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas dan menjadikan olahraga sebagai bagian tak terpisahkan dari gaya hidup sehat. "Apa pun jenis olahraganya, semuanya membawa manfaat positif bagi kesehatan jasmani maupun rohani. Mari terus gelorakan semangat berolahraga dengan tetap mengedepankan integritas," pungkasnya.