RSU Haji Medan mencatat sebanyak 1.099 warga Sumatra Utara telah memanfaatkan program berobat gratis Universal Health Coverage (UHC) Prioritas sejak diluncurkan pada Oktober 2025 hingga pertengahan tahun ini. Guna mengimbangi lonjakan pasien tersebut, pihak rumah sakit terus memperkuat kualitas pelayanan dengan menambah fasilitas tempat tidur medis, alat kesehatan, serta ketersediaan tenaga medis ahli.

Wakil Direktur Umum dan Pengembangan SDM RSU Haji Medan, Ridesman Nasution, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pengobatan gratis (Probis) yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Utara. Sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama, RSU Haji berkomitmen memberikan akses kesehatan yang merata dan cepat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dari total seribuan pasien yang terdata, mayoritas menerima penanganan intensif dengan rincian 738 pasien menjalani rawat inap dan 360 pasien menjalani rawat jalan. Tercatat hanya ada satu pasien yang harus dirujuk ke RSUP H. Adam Malik karena membutuhkan penanganan medis yang lebih spesifik dan kompleks.

Pihak manajemen menegaskan tidak ada pembedaan kelas pelayanan bagi pasien yang berobat, baik pengguna BPJS mandiri maupun masyarakat tanpa jaminan kesehatan. Bahkan, bagi warga dengan status kepesertaan BPJS yang sudah tidak aktif, pihak rumah sakit membantu mempercepat proses registrasi ulang sehingga kartu dapat digunakan kembali dalam waktu 3x24 jam, jauh lebih cepat dari prosedur biasa yang memakan waktu 14 hari.

Guna mengantisipasi lonjakan kunjungan, peningkatan sarana dan prasarana terus dikebut. Kapasitas ruang Intensive Care Unit (ICU) ditingkatkan dari 10 menjadi 15 tempat tidur, ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) bertambah dari 7 menjadi 20 tempat tidur, serta Instalasi Gawat Darurat (IGD) diperluas dari 16 menjadi 27 tempat tidur. Renovasi NICU dilaporkan telah rampung, sementara pengerjaan fisik untuk ruang ICU dan IGD ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Selain infrastruktur fisik, peningkatan kapasitas juga difokuskan pada penambahan dokter spesialis dan alat medis untuk penanganan penyakit kritis seperti kanker, jantung, stroke, ginjal, serta kesehatan ibu dan anak. Langkah ini diharapkan meminimalkan angka rujukan ke rumah sakit lain di masa depan.

Kinerja pelayanan RSU Haji Medan dilaporkan menunjukkan tren positif yang signifikan. Berdasarkan data evaluasi performa sepanjang tahun 2025, tingkat keterisian tempat tidur dan indeks kepuasan masyarakat terus merangkak naik, dengan peningkatan kunjungan rawat inap sebesar 20,42 persen, rawat jalan sebesar 18,20 persen, serta lonjakan tertinggi pada layanan IGD yang mencapai 34,24 persen.