Rumah Sakit (RS) Primecare Samarinda secara resmi memulai operasionalnya melalui prosesi grand opening pada Sabtu (8/8/2026). Kehadiran fasilitas medis swasta baru yang terletak di Jalan Muso Salim, Samarinda ini diharapkan mampu memperkuat infrastruktur pelayanan kesehatan di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur dengan mengandalkan integrasi teknologi modern.
Berdiri di atas lahan seluas 8.000 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 11.000 meter persegi, rumah sakit ini dirancang dengan struktur dua lantai di bagian depan dan empat lantai di area belakang. RS Primecare Samarinda menyediakan 16 ruang poliklinik serta daya tampung 96 tempat tidur rawat inap, yang terbagi dalam kelas standar, deluxe, VIP, suite room, hingga president suite.
Direktur RS Primecare Samarinda, Boy E.R Wajong, menjelaskan bahwa operasional rumah sakit didukung oleh sekitar 130 staf, dengan penyerapan tenaga kerja lokal asal Samarinda mencapai 95 persen. Sisanya merupakan tenaga ahli spesifik yang didatangkan dari luar daerah seperti Jakarta, Manado, dan Banjarmasin. Untuk layanan medis, pihak rumah sakit mengerahkan 50 dokter umum dan spesialis, termasuk 11 dokter tetap yang bersiaga penuh.
Salah satu keunggulan utama yang ditawarkan adalah tindakan medis invasif minimal, yang didukung oleh instrumen canggih seperti laser holmium untuk penanganan batu ginjal dan prostat, serta perangkat pencitraan CT scan dan C-arm beresolusi tinggi. Selain itu, rumah sakit ini tengah bersiap meluncurkan laboratorium genomik berbasis teknologi DNA sequencer dalam satu hingga dua bulan ke depan untuk mendeteksi dini penyakit genetik dan risiko kanker. Layanan ini dikembangkan melalui kemitraan strategis dengan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman.
Mengusung konsep smart hospital, RS Primecare menerapkan digitalisasi menyeluruh mulai dari pendaftaran pasien hingga integrasi hasil laboratorium dan radiologi. Seluruh sistem tersebut dihubungkan melalui rekam medis elektronik terpadu bernama Healthical. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat alur diagnosis dan efisiensi terapi bagi pasien, meskipun institusi medis ini berstatus non-BPJS yang menitikberatkan pada mutu pelayanan mandiri.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, yang turut hadir dalam peresmian tersebut, memberikan apresiasi atas investasi sektor kesehatan ini. Ia berharap kehadiran RS Primecare tidak hanya menjadi pelopor inovasi pencegahan penyakit bagi warga setempat, tetapi juga mampu memberikan efek domino positif bagi perekonomian daerah melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan layanan publik.