Ponsel pintar kini telah bertransformasi dari sekadar alat komunikasi menjadi simbol status sosial dan gaya hidup. Perkembangan teknologi yang pesat mendorong para produsen raksasa untuk menyematkan inovasi termutakhir, mulai dari kecerdasan buatan hingga modul kamera kelas profesional, yang secara otomatis melambungkan harga jual perangkat flagship di pasaran.

Namun, tingginya harga ponsel komersial papan atas ternyata belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan deretan ponsel kustom super premium. Bukan karena kecanggihan sistem operasinya, jajaran ponsel sultan ini bernilai fantastis karena dibalut material mulia seperti emas murni, platinum, hingga berlian langka yang dikerjakan secara eksklusif oleh pengrajin perhiasan dunia.

Di kategori ponsel flagship komersial termahal hingga pertengahan tahun 2026, Apple memimpin pasar melalui seri iPhone 17 Pro Max dan iPhone 17 Pro. Varian Pro Max dibekali cip A19 Pro, RAM 12 GB, dan layar OLED Super Retina XDR 6,9 inci yang dipasarkan pada kisaran Rp26 hingga Rp35 juta. Sementara itu, iPhone 17 Pro dengan spesifikasi dapur pacu serupa namun berdimensi lebih ringkas dibanderol sekitar Rp24 hingga Rp33 juta. Generasi pendahulunya, iPhone 16 Pro Max yang menopang ekosistem Apple Intelligence, masih kokoh di daftar dengan harga mencapai Rp28 juta.

Rival terberatnya, Samsung, menghadirkan kekuatan baru lewat Galaxy S26 Ultra yang ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan kamera monster 200 MP seharga Rp27 jutaan. Pabrikan asal Korea Selatan ini juga menawarkan ponsel lipat premium Galaxy Z Fold 7 dengan RAM 16 GB yang dihargai hingga Rp35 juta. Dari ranah Tiongkok, Xiaomi 17 Ultra muncul sebagai penantang tangguh dengan sensor Leica Summilux seharga Rp23 juta, yang juga diadaptasi menjadi edisi terbatas Leica Leitzphone seharga Rp30 juta.

Huawei juga tidak ketinggalan memamerkan taringnya di segmen premium melalui Mate XT Ultimate Design yang sempat menyentuh harga Rp53 juta di pasar domestik, disusul oleh ponsel lipat Mate X7 bertenaga Kirin 9030 Pro seharga Rp28 juta. Melengkapi jajaran flagship papan atas, Vivo merilis X300 Ultra yang mengombinasikan cip Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan prosesor gambar khusus ZEISS seharga Rp30 juta.

Jika beralih ke segmen mahakarya kustomisasi perhiasan mewah, Falcon Supernova iPhone 6 Pink Diamond memimpin sebagai ponsel termahal di dunia dengan taksiran harga mencapai USD 48,5 juta atau setara Rp856,2 miliar. Gawai rancangan Falcon Luxury ini dilapisi emas 24 karat serta dihiasi sebuah berlian merah muda berukuran besar pada panel belakangnya.

Desainer perhiasan legendaris Stuart Hughes juga menelurkan beberapa karya bernilai fantastis, di antaranya iPhone 5 Black Diamond seharga USD 15 juta yang menggunakan berlian hitam langka sebagai tombol home. Stuart Hughes juga merancang iPhone 4S Elite Gold seharga USD 9,4 juta yang dihiasi 500 berlian, serta iPhone 4 Diamond Rose seharga USD 8 juta yang dilengkapi kotak penyimpanan berbahan granit berlapis kulit Nubuck.

Kemewahan masa lalu juga diwakili oleh Goldstriker iPhone 3GS Supreme seharga USD 3,2 juta dan iPhone 3G King's Button rancangan Peter Aloisson senilai USD 2,5 juta yang bertakhtakan ratusan berlian kualitas tinggi. Sementara itu, Diamond Crypto Smartphone yang dirancang menggunakan platinum solid dan sepuluh berlian biru langka dihargai USD 1,3 juta oleh produsen asal Rusia, JSC Ancort.

Menutup daftar ponsel ultra-mewah, terdapat Goldvish Le Million dan Gresso Luxor Las Vegas Jackpot yang masing-masing dihargai USD 1 juta pada masa perilisannya dengan keunikan material seperti kayu hitam Afrika berusia ratusan tahun. Terakhir, Vertu Signature Cobra menjadi opsi paling terjangkau di kelas ini dengan harga USD 310.000, menampilkan desain kobra ikonik yang bertahtakan 439 batu rubi dan zamrud.