Posisi koperasi di Indonesia hingga saat ini masih belum beranjak dari pinggiran ekosistem ekonomi nasional. Padahal, konstitusi melalui Pasal 33 UUD 1945 telah mengamanatkan koperasi sebagai soko guru yang seharusnya menjadi motor penggerak utama dalam demokrasi ekonomi Indonesia. Namun, realitas data menunjukkan kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih sangat minim, yakni berada di kisaran 1% dalam satu dekade terakhir.

Permasalahan utama terletak pada orientasi usaha koperasi yang saat ini masih dominan di sektor simpan pinjam konsumtif, mencakup sekitar 80% dari total unit yang ada. Hal ini mengakibatkan koperasi gagal menciptakan nilai tambah produktif yang signifikan. Praktik koperasi 'papan nama' atau lembaga yang menyerupai rentenir semakin memperburuk citra dan efektivitas koperasi sebagai badan usaha yang menyejahterakan anggota.

Pemerintah didesak untuk segera melakukan langkah konkret melalui reformasi kelembagaan. Penertiban koperasi yang tidak sesuai dengan UU No. 25/1992 menjadi harga mati, diikuti dengan langkah konsolidasi bagi koperasi sehat agar memiliki skala ekonomi yang lebih kompetitif. Selain itu, diskriminasi kebijakan antara koperasi dan sektor perbankan harus diakhiri, termasuk pemberian akses yang setara terhadap fasilitas negara.

Salah satu langkah strategis yang ditawarkan adalah optimalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai garda depan distribusi barang publik dan subsidi. Dengan mengalihkan distribusi komoditas seperti pupuk subsidi, benih, elpiji 3 kg, hingga Minyakita melalui KDKMP, pemerintah dapat menekan rantai distribusi yang panjang dan meminimalisir praktik mafia harga yang merugikan rakyat.

Melalui pengawasan sosial yang melekat pada prinsip demokratis koperasi, KDKMP diharapkan menjadi instrumen efektif untuk memastikan subsidi tepat sasaran. Jika model ini berhasil diterapkan secara nasional, koperasi tidak hanya akan kembali ke fungsi aslinya sebagai pilar keadilan sosial, tetapi juga mampu menjadi infrastruktur ekonomi publik yang tangguh dalam menghadapi tantangan pasar modern.