Sejumlah perusahaan operator wisata di Phu Quoc, termasuk Rooty Trip dan Tam Dang Khoa, memutuskan untuk menangguhkan operasional tur speedboat menuju pulau-pulau sekitar secara serentak. Langkah ini diambil sebagai respons atas kecelakaan maritim tragis yang terjadi pada 11 Juli 2026, yang menelan korban jiwa sebanyak 15 wisatawan asal India.
Manajemen Rooty Trip menyatakan bahwa penangguhan ini dilakukan demi memprioritaskan keselamatan pelanggan sembari menunggu hasil penyelidikan serta arahan resmi dari otoritas maritim setempat. Pihak perusahaan memberikan opsi bagi pelanggan yang sudah melakukan pemesanan untuk menjadwalkan ulang perjalanan atau melakukan pembatalan dengan mekanisme pengembalian dana sesuai kebijakan yang berlaku.
Situasi di lapangan menunjukkan langkah proaktif perusahaan dalam merespons ketidakpastian keselamatan transportasi laut. Tam Dang Khoa, salah satu operator di An Thoi, bahkan dilaporkan telah membatalkan lebih dari 20 agenda perjalanan wisata mancanegara guna menghindari risiko lebih lanjut bagi para pelancong.
Data dari Zona Ekonomi Khusus Phu Quoc mengungkapkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 100 perahu wisata yang beroperasi di wilayah tersebut. Namun, hanya sekitar 70 armada yang telah memenuhi standar operasional SB (standar keselamatan maritim), sementara sisanya telah dilarang beroperasi oleh tim inspeksi karena tidak memenuhi persyaratan teknis yang ketat.
Insiden nahas tersebut terjadi saat perahu cepat milik Ocean Pear Island Company dengan 35 orang di dalamnya mengalami kerusakan mesin dan terbalik di perairan antara Hon May Rut Ngoai dan Pelabuhan Internasional An Thoi. Saat ini, pihak kepolisian telah memulai proses hukum dan menahan kapten kapal, Nguyen Hong Hai, untuk dimintai pertanggungjawaban atas kecelakaan tersebut. Pemerintah setempat berkomitmen untuk memperketat pengawasan demi menciptakan lingkungan pariwisata yang lebih aman dan berkelanjutan.