PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait keputusan strategis mereka untuk melepaskan bisnis sepak bola, RANS FC. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya restrukturisasi perusahaan sebelum melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sutanto Hartono, Direktur Emtek Group sekaligus CEO Emtek Media (SCMA) dan Vidio, yang juga bertindak sebagai pemegang saham RANS, menyatakan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada evaluasi mendalam terhadap prospek keuntungan. Menurutnya, bisnis sepak bola dinilai sulit untuk memberikan kontribusi profit yang signifikan bagi perusahaan.

Sutanto mengungkapkan bahwa keterlibatan RANS di dunia sepak bola sebelumnya lebih didorong oleh antusiasme pendiri perusahaan, Raffi Ahmad. Namun, setelah melalui kajian bisnis yang objektif, manajemen sepakat bahwa sektor tersebut kurang relevan dengan visi profitabilitas jangka panjang RANS.

Meski sempat memicu penurunan pendapatan sesaat akibat divestasi, langkah ini justru berdampak positif terhadap kesehatan neraca keuangan perusahaan. Sutanto menyebut bahwa penutupan bisnis tersebut membantu memperbaiki kualitas laba operasional RANS pada tahun 2025.

Sebagai bukti perbaikan kinerja, margin laba kotor perusahaan tercatat mengalami peningkatan signifikan, yakni dari 38 persen menjadi 43 persen. Manajemen menegaskan bahwa strategi pemilahan unit bisnis ini merupakan langkah krusial untuk memastikan prospek pertumbuhan perusahaan yang lebih sehat dan berkelanjutan di masa depan.