Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (8/7/2026) dengan kinerja negatif. Pada penutupan sesi pertama, indeks utama bursa domestik ini terperosok 1,11% ke posisi 5.920, sekaligus memupus harapan untuk menembus ambang batas psikologis di level 6.000.

Sejak bel pembukaan dibunyikan, tekanan jual sudah mendominasi pasar. IHSG sempat bergerak di rentang 5.897 hingga 5.984 sebelum akhirnya tertahan di zona merah. Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume transaksi mencapai 12,25 miliar saham dengan nilai turnover sebesar Rp5,22 triliun.

Sentimen negatif menyelimuti pasar dengan mayoritas emiten mengalami pelemahan. Sebanyak 447 saham tercatat merosot, sementara hanya 197 saham yang mampu bertahan di zona hijau dan 142 saham lainnya stagnan. Koreksi tajam pada saham-saham berkapitalisasi besar, seperti Bank BRI, Amman Mineral, dan Barito Pacific, menjadi beban utama yang menekan pergerakan indeks.

Dari sisi sektoral, sektor barang baku memimpin koreksi dengan penurunan mencapai 2,14%. Tekanan serupa juga menimpa sektor properti yang melemah 2,05% dan sektor barang konsumsi non-primer yang terkontraksi sebesar 1,72%. Kondisi ini mencerminkan minimnya minat beli investor terhadap saham-saham siklikal di tengah ketidakpastian pasar saat ini.