Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, memberikan tanggapan atas keresahan yang sempat diutarakan Presiden Prabowo Subianto mengenai absennya Timnas Indonesia di ajang Piala Dunia 2026. Erick memandang pernyataan tersebut sebagai sinyal kuat perhatian kepala negara terhadap kemajuan ekosistem olahraga nasional.
Menurut Erick, pandangan presiden tidak hanya terbatas pada sepak bola, melainkan mencakup seluruh cabang olahraga yang krusial dalam memperkuat citra dan martabat bangsa di mata dunia. Keresahan ini dianggap sebagai dorongan untuk melakukan evaluasi sistemik dalam pembinaan atlet nasional.
Salah satu poin krusial yang digarisbawahi oleh Menpora adalah pentingnya pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang. Erick menekankan bahwa prestasi internasional mustahil dicapai melalui program yang bersifat instan atau jangka pendek. Oleh karena itu, dukungan anggaran yang komprehensif dari pemerintah menjadi elemen vital untuk memastikan keberlangsungan persiapan atlet.
Erick menambahkan, koordinasi dengan Kementerian Keuangan pun telah dilakukan guna memastikan ketersediaan dana untuk menopang agenda olahraga strategis. Ia menegaskan bahwa persiapan menghadapi ajang bergengsi seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade 2032 memerlukan kesinambungan program yang tidak boleh terputus.
Dengan komitmen tersebut, pemerintah berharap dapat mencetak atlet-atlet yang lebih kompetitif dan siap bersaing di panggung global, yang pada akhirnya akan menjadi kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia.