Menandai sebelas tahun kiprahnya di industri logistik tanah air, J&T Express Indonesia mengumumkan lonjakan volume pengiriman yang signifikan sebesar 65 persen sepanjang semester pertama tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tren positif ini mayoritas didorong oleh tingginya aktivitas pengiriman produk fesyen, dokumen, serta komoditas kecantikan.

Demi mengimbangi lonjakan paket tersebut tanpa mengorbankan kecepatan layanan, J&T Express terus mengoptimalkan integrasi teknologi canggih. Chief Executive Officer J&T Express Indonesia, Robin Lo, menjelaskan bahwa penerapan kecerdasan buatan (AI) dan sistem penyortiran otomatis (automatic sorting system) menjadi pilar utama efisiensi operasional saat ini.

Implementasi mesin penyortir otomatis di 19 pusat sortir diklaim mampu memangkas waktu proses hingga empat kali lebih cepat dibanding metode manual. Efisiensi serupa juga diterapkan pada skala operasional yang lebih kecil melalui pengoperasian lebih dari 1.000 unit mesin sortir di sekitar 500 Drop Center di seluruh Indonesia. Langkah ini dinilai efektif meminimalkan biaya logistik nasional.

Analisis data berbasis AI membantu manajemen memetakan rute pengiriman secara real-time sekaligus menyelaraskan kapasitas kurir di lapangan dengan volume barang yang masuk. Secara global, ekspansi dan penguatan jaringan ini bahkan membawa J&T Express mencetak rekor baru dengan menangani lebih dari 100 juta paket setiap harinya.

Di sisi pelayanan pelanggan, J&T Express meluncurkan inisiatif "Selalu Dekat, Selalu di Hati" guna merespons masukan publik secara aktif. Selain itu, aspek sumber daya manusia juga diperhatikan lewat program akselerasi "Kurir Bintang 5". Program apresiasi ini telah melahirkan sekitar 123.000 kurir berprestasi dari total 150.000 mitra kurir di seluruh Indonesia.

Pertumbuhan impresif yang diraih J&T Express ini berjalan selaras dengan geliat industri pergudangan dan transportasi nasional. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), sektor transportasi dan pergudangan tumbuh solid sebesar 5,65 persen secara tahunan pada kuartal II/2026, menyumbang andil penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di angka 5,29 persen.