Perkembangan olahraga tinju profesional wanita kini menunjukkan tren yang kian positif dan kompetitif. Presiden World Boxing Council (WBC), Mauricio Sulaiman, melayangkan pujian atas pencapaian luar biasa para petinju putri global yang dinilai mampu menyamai prestasi dan daya tarik petinju pria di atas ring.

Dalam pernyataan resmi WBC pada Rabu (19/8/2026), Sulaiman menegaskan bahwa tinju perempuan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian integral yang permanen dalam industri olahraga adu jotos. Bahkan, beberapa bintang ring putri saat ini berhasil menyandang predikat juara sejati sekaligus mengantongi pendapatan yang melampaui rekan sejawat pria mereka. Menurutnya, nilai pasar seorang atlet kini murni ditentukan oleh kapabilitas, popularitas, serta kualitas pertarungan, bukan lagi gender.

Sebagai bukti konkret dominasi petinju putri, Sulaiman menyoroti kiprah spektakuler Claressa Shields dari Amerika Serikat. Shields baru saja merebut sabuk juara dunia kelas menengah putri versi WBC dan WBA dari genggaman Kaye Scott. Keberhasilan ini kian mengukuhkan reputasinya, terlebih setelah sebelumnya ia sukses menguasai kelas berat putri sebagai juara tak terbantahkan (undisputed champion).

Upaya Shields untuk turun kelas dengan memangkas berat badan hingga 17 kilogram (38 pon) turut memicu decak kagum. Sulaiman menilai komitmen dan ketangguhan fisik Shields merupakan cerminan etos kerja luar biasa yang patut dicontoh. Di bawah sorot lampu ring saat ini, ia meyakini bahwa dunia sedang menyaksikan era keemasan yang dipimpin oleh sang petarung AS tersebut.

Selain menyanjung nama-nama besar seperti Katie Taylor dan Amanda Serrano, WBC juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ekosistem tinju putri. Asosiasi tersebut berjanji akan mengutamakan promosi yang adil serta memastikan jaminan keselamatan dan perlindungan medis yang maksimal bagi para petarung wanita di panggung dunia.