Menjelang perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Komisi V DPR RI menyatakan komitmennya untuk mengawal ketat rencana rehabilitasi Gelanggang Olahraga (GOR) Turide di Mataram. Pengawasan ini akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari fase perencanaan awal hingga pelaksanaan proyek di lapangan.

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Mori Hanafi, menekankan pentingnya dukungan konkret dari pemerintah pusat dalam menyukseskan pembenahan fasilitas olahraga tersebut. Meskipun berharap ada revitalisasi total guna memenuhi standar internasional, Mori menyadari adanya keterbatasan anggaran negara. Oleh karena itu, ia menilai renovasi skala moderat pun sudah cukup memadai untuk memastikan kelayakan sarana tersebut bagi para atlet.

Sebagai satu-satunya infrastruktur olahraga milik Pemerintah Provinsi NTB, GOR Turide memiliki peran yang sangat krusial. Mori berharap Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis dapat memasukkan stadion ini ke dalam daftar prioritas program pembenahan stadion berkala, mengingat wilayah NTB sudah lama tidak tersentuh program serupa dalam satu dekade terakhir.

Belajar dari evaluasi penyelenggaraan PON XX di Papua yang sempat terkendala konflik lahan dan persoalan administrasi, DPR RI ingin memastikan proyek di NTB berjalan lebih tertib. Mori menegaskan bahwa status kepemilikan lahan GOR Turide yang sudah bersih dan sah menjadi modal penting untuk meminimalisasi potensi sengketa hukum di masa mendatang.

Terkait fasilitas penunjang, NTB dinilai telah memiliki kesiapan akomodasi yang sangat matang berkat pengalaman menyelenggarakan ajang internasional seperti MotoGP Mandalika. Dengan ketersediaan sekitar 12.000 kamar hotel di Lombok, kapasitas penampungan atlet dan ofisial selama 17 hari masa kompetisi dianggap sudah lebih dari cukup tanpa perlu membangun wisma atlet baru yang berisiko mangkrak setelah ajang selesai.